Wujudkan Ketahanan Pangan, Indonesia-India Perkuat Kolaborasi Strategis

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Jakarta, Senin (14/7). Pertemuan bilateral ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan program nutrisi masyarakat.

Menteri Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembelajaran dari pengalaman India dalam reformasi subsidi pertanian, sistem bantuan langsung (Direct BenefitTransfer), dan digitalisasi layanan publik. “Pada periode 2000 hingga 2005, saya beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke India. Dari kunjungan-kunjungan tersebut, saya memperoleh banyak pembelajaran berharga terkait pengembangan sektor pertanian di India. Negara tersebut telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, tidak hanya dalam produksi beras, tetapi juga dalam pengolahan dan industri gula,” lanjutnya.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam memperkuat hubungan strategis, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Menteri Rachmat juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah India dalam berbagai inisiatif pembangunan global, termasuk kontribusinya dalam Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (South-South and Triangular Cooperation/SSTC). India dan Indonesia memiliki kesamaan sebagai negara berkembang besar yang berkomitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals(TPB/SDGs) dan pembangunan yang inklusif.

Sebagai bagian dari agenda transformasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia tengah mendorong swasembada pangan dan reformasi subsidi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, India menjadi mitra penting melalui kerja sama teknis, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kapasitas. Beberapa inisiatif potensial ke depan mencakup pengembangan Indonesia SDGs EntrepreneurialCenter, Agricultural Stack, serta infrastruktur digital publik (Digital PublicInfrastructure/DPI).

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan India telah terjalin sejak 1949 dan terus diperkuat melalui berbagai kerja sama bilateral, termasuk di bidang kesehatan, keamanan maritim, transformasi digital, budaya, dan pengobatan tradisional. Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke India pada Januari 2025 menghasilkan lima nota kesepahaman (MoU) strategis yang kini tengah ditindaklanjuti oleh kedua negara. Indonesia dan India diharapkan terus memperluas ruang kolaborasi, baik dalam konteks bilateral maupun di tingkat regional dan global, guna mendorong tercapainya tujuan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.