Terima Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan 2024, Bappenas Tegaskan Kearsipan Sebagai Pilar Transformasi Pembangunan Nasional
Berita Utama - Senin, 20 Oktober 2025
Kementerian PPN/Bappenas menerima Penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024 Kategori Sangat Memuaskan dengan nilai 90,92. “Arsip perlu dibina dan dibangun karena merupakan bahan untuk membangun masa depan dan mengembangkan memori kolektif bangsa. Transformasi kearsipan harus dilakukan agar arsip tidak hanya tersimpan, tetapi juga memberikan manfaat pada masyarakat,” papar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi dan Hasil Pengawasan Kearsipan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Senin (20/10).
Sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, kearsipan berperan penting dalam pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029, khususnya pada Prioritas Nasional 8 untuk mendukung pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta penguatan karakter bangsa. Untuk itu, Pemerintah Indonesia menjadikan kearsipan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional. Kearsipan tidak hanya memperkuat transformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, namun juga mendorong transformasi ekonomi dan digital. Lebih lanjut, kearsipan turut menjaga ketahanan sosial budaya serta memperkuat jati diri, karakter, dan memori kolektif bangsa.
Transformasi kearsipan merupakan aspek penting guna memperkuat peran arsip dalam pembangunan nasional. Transformasi dapat dicapai melalui peningkatan kualitas manajemen kearsipan, perluasan layanan kearsipan bagi masyarakat, serta pengembangan khazanah kearsipan nusantara dalam upaya penguatan memori kolektif bangsa. Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian PPN/Bappenas melalui ANRI akan membangun Pusat Khazanah Arsip Nusantara di Provinsi Riau pada tahun 2026, dan diharapkan dapat dikembangkan di beberapa wilayah lainnya.
Arsip bukan hanya perihal administrasi, tetapi merupakan aset pengetahuan dan akuntabilitas publik. Arsip merupakan memori kolektif bangsa yang berperan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Kearsipan bukan sekadar pekerjaan administrasi, melainkan tugas mulia untuk menjaga ingatan bangsa. Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang menulis sejarah, tetapi bangsa yang menjaga dan belajar dari sejarahnya,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.