Terima Audiensi Unram, Bappenas Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pembangunan Nasional
Berita Utama - Selasa, 12 Mei 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Rektor Universitas Mataram Sukardi membahas penguatan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan nasional di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (12/5). sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia unggul yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
“Kami ingin perguruan tinggi menjadi mitra strategis Bappenas dalam menghasilkan inovasi, memperkuat pengembangan kapasitas, serta meningkatkan kualitas pembelajaran masyarakat,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi utama di kawasan Indonesia Timur, Universitas Mataram dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi daerah, mitra pemerintah pusat dan daerah, serta penghubung antara kebutuhan masyarakat, pemerintah, dan dunia akademik.
Menteri Rachmat Pambudy juga mendorong setiap perguruan tinggi untuk mengembangkan center of excellence yang khas dan memiliki nilai tambah spesifik sesuai potensi masing-masing daerah dan institusi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pembangunan nasional.
Salah satu inovasi yang telah dikembangkan Universitas Mataram adalah pakan sapi lamtoro beef, yaitu pakan ternak berbahan dasar tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala). Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan konvensional seperti jerami dan rumput-rumputan.
Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional yang berbasis pengetahuan dan inovasi. Kolaborasi yang erat diharapkan dapat memastikan hasil riset dan pengabdian masyarakat tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi terimplementasi secara nyata untuk menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional serta memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.