Tari Enggang dan Gong Tampil di Osaka, Bappenas Perkuat Peran Pengembangan Budaya Bangsa
Berita Pembangunan - Jumat, 02 Mei 2025
Osaka, Kansai, Jepang, 2 Mei 2025 – Indonesia kembali menampilkan kekayaan budayanya di kancah internasional melalui World Expo 2025 Osaka. Setelah sebelumnya menggelar pameran batik dan workshop Batik Liem Ping Wie, kali ini Sanggar Djiantika dari Kalimantan Timur menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Dua tarian khas Tari Enggang dan Gong Kalimantan Timur, tampil di Paviliun Indonesia pada Kamis (1/5) masing-masing selama 15 menit pada pukul 13.00 dan 16.00 waktu setempat. Kedua tarian mendapatkan apresiasi positif dari pengunjung paviliun, terutama warga Jepang yang sangat antusias untuk mengabadikan momen dan keindahan kostum penari, juga berpartisipasi mencoba gerakan Tari Enggang dan Gong.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur Novarita menyebut partisipasi ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan upaya memperkuat identitas bangsa. “Bagi kami, menari di ajang seperti World Expo 2025 Osaka ini bukan sekadar tampil di panggung internasional. Kita membawa nama Indonesia, bukan hanya dalam bentuk hiburan, tapi dalam bentuk warisan budaya yang hidup. Ketika kami menari Tari Enggang atau Gong Kalimantan Timur, kami tidak hanya menampilkan gerak, tapi menyampaikan cerita, semangat, dan filosofi yang sudah diwariskan turun-temurun,” jelas Novarita yang juga berprofesi sebagai Dosen Prodi Tari Universitas Mulawarman.
Novarita juga mengapresiasi langkah Kementerian PPN/Bappenas yang menjadi motor penggerak tampilnya budaya Kalimantan Timur di negeri matahari terbit ini. Komitmen ini menunjukkan Kementerian PPN/Bappenas sekarang turut andil mengembangkan dan melestarikan budaya Indonesia. Tidak hanya sebagai perencana pembangunan nasional, tetapi Kementerian PPN/Bappenas juga menjadi penggerak kebudayaan.
Keikutsertaan Indonesia di World Expo 2025 Osaka tidak hanya memperkuat nation branding dan citra budaya Indonesia di mata dunia, tetapi juga menunjukkan bahwa pembangunan nasional dapat berjalan selaras dengan pelestarian warisan budaya. Momentum ini menjadi wujud nyata Kementerian PPN/Bappenas memberikan wadah bagi para seniman untuk tampil di panggung internasional. Pelestarian budaya melalui seni tari menjadi salah satu cara efektif menjaga keberlanjutan identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Sejalan dengan tema besar yang diusung Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, yaitu “Thriving in Harmony—Nature, Culture, Future”, Tari Enggang dan Gong menjadi simbol penghormatan bagi leluhur dan alam Kalimantan Timur dengan mengelaborasi semua elemen tarian dengan seni kontemporer.
Senada dengan penjelasan Novarita, Direktur Paviliun Indonesia Didik Darmanto menjelaskan Tari Enggang dan Gong merupakan representasi penting dari budaya Indonesia terutama masyarakat Dayak. “Tarian Enggang dan Gong ini menyimpan sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari ritual adat serta identitas masyarakat Dayak, Kalimantan Timur. Tari ini bukan sekadar tarian, melainkan jendela Kalimantan. Gerakannya yang anggun dan kuat merefleksikan keindahan alam dan nilai-nilai luhur yang hidup di masyarakatnya,” pungkas Didik.