Siapkan Arah Pembangunan Beyond 2030, Menteri Rachmat Pambudy Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Bridge Builder
Berita Utama - Senin, 11 Mei 2026
Kementerian PPN/Bappenas sebagai koordinator pelaksana Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah dalam menyiapkan arah pembangunan global pasca-2030. Hal ini seiring dengan pelaksanaan TPB/SDGs yang telah memasuki fase akhir menjelang 2030, sekaligus makin intensifnya pembahasan terkait Beyond 2030 Agenda di komunitas internasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat secara resmi membuka Kick Off Pembahasan Positioning Indonesia atas Diskursus Beyond 2030 Agenda, Menuju SDG Summit 2027 di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (11/5).
“Beyond 2030 bukan hanya agenda dunia, tetapi betul-betul agenda untuk kita. Agenda ini bukan sekadar agenda global, melainkan agenda strategis bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari krisis iklim, stagnasi ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi,” tegas Menteri Rachmat Pambudy saat menyampaikan sambutannya.
Menteri Rachmat Pambudy juga mengulas perjalanan Indonesia dalam pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) dan SDGs. Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menurunkan kemiskinan ekstrem, memperluas akses pendidikan dasar, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, hingga memperkuat pengelolaan lingkungan hidup. “Indonesia adalah salah satu negara yang mampu mencapai tujuan-tujuan MDGs dengan cukup baik. Karena itu, ketika capaian SDGs Indonesia mencapai sekitar 62 persen, kita tidak perlu heran, justru harus yakin bahwa Indonesia memang memiliki kapasitas untuk mencapainya,” imbuh Menteri Rachmat Pambudy.
Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa terdapat tiga fondasi utama pembangunan yang tidak dapat ditawar, yakni kecukupan pangan, pendidikan yang memadai, dan jaminan kesehatan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan berkelanjutan pasca-2030. Menteri Rachmat Pambudy juga menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai bridge builder dalam diskursus pembangunan global. Indonesia diharapkan mampu menjembatani kepentingan negara maju dan negara berkembang melalui prinsip universalitas, inklusivitas, kemitraan, dan Leave No One Behind (LNOB).
“Diskusi mengenai Agenda Beyond 2030 ke depan perlu terus dipersiapkan secara matang sejak dini. Meskipun tahun 2030 masih beberapa tahun lagi, langkah persiapan yang dilakukan lebih awal akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Kita harus siaga, ibarat sedia payung sebelum hujan. Agar kita, Indonesia lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.