Pra-Musrenbang RKP 2026, Bappenas Rumuskan Strategi Capai Target Pembangunan Nasional Selaras dengan RPJMN 2025-2029

Kementerian PPN/Bappenas menggelar Pra-Musrenbangnas Bidang Infrastruktur sebagai bagian implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan rangkaian proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Forum ini bertujuan merumuskan prioritas pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan Asta Cita dan berfokus pada Trisula Pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM. “Asta Cita bukan sekadar visi pembangunan, tetapi juga pedoman dalam Musrenbangnas untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Infrastruktur yang kita bangun harus memperkuat konektivitas, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Senin (17/3).

Pembangunan infrastruktur yang dirancang dalam RPJMN 2025-2029 harus berkontribusi pada pencapaian target pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan daya saing, mendorong investasi, serta memperkuat konektivitas antar wilayah. Salah satu program strategis yang dibahas adalah pembangunan 3 juta unit hunian. Menteri Rachmat Pambudy juga menegaskan dalam sektor ketahanan lingkungan, Giant Sea Wall Pesisir Utara Jawa menjadi prioritas dalam mengatasi defisit air baku, abrasi pantai, dan penurunan muka tanah. Proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga bagian upaya pemulihan lingkungan dan pengembangan ekonomi pesisir yang lebih berkelanjutan. Kementerian PPN/Bappenas juga memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) terintegrasi dengan agenda RPJMN 2025-2029 dengan 77 proyek strategis, termasuk 31 proyek infrastruktur yang mendukung swasembada pangan, energi, dan hilirisasi industri.

Menutup Pra-Musrenbangnas ini, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan, dan keberhasilannya memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami berharap hasil diskusi hari ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam Musrenbangnas untuk memastikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.