Perkuat Pembangunan Infrastruktur, Bappenas Bahas Kemitraan dengan AIIB
Berita Utama - Senin, 10 Maret 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun untuk membahas dukungan AIIB terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia, Senin (10/3), di Gedung Bappenas, Menteng. Dalam pertemuan ini, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan untuk mencapai target pembangunan nasional sebagaimana yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. “Kerja sama dengan mitra pembangunan seperti AIIB sangatlah krusial, baik dalam pendanaan, peningkatan kapasitas, maupun transfer keahlian untuk mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas strategi pendanaan infrastruktur serta peran swasta mendukung investasi di berbagai proyek strategis. AIIB memiliki pengalaman dalam pembiayaan non-pemerintah di Indonesia, yang mendukung upaya memperluas sumber pendanaan dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek. Selain infrastruktur fisik, kerja sama juga mencakup penguatan sektor lain yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, seperti pendidikan, digitalisasi, dan pertanian.
Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy menekankan pembangunan yang efektif tidak hanya bergantung pada aspek pembiayaan, tetapi juga pada inovasi dan sinergi berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah terus memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra pembangunan untuk memastikan proyek infrastruktur dirancang dan dieksekusi dengan standar yang tinggi serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kementerian PPN/Bappenas akan terus mengawal perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan strategis dan terintegrasi untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi perekonomian nasional. Kolaborasi dengan mitra pembangunan berperan memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran keahlian, inovasi, dan praktik terbaik. “Dengan sinergi yang kuat, berbagai inisiatif dapat dioptimalkan untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkas Menteri Rachmat.