Perkuat Ekonomi Desa, Bappenas Dukung Koperasi Desa Merah Putih

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Kementerian Koperasi, Kamis (6/3). “Pembentukan koperasi desa ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Koperasi diharapkan dapat berperan aktif dalam pengembangan industri agromaritim dan swasembada pangan. Oleh karena itu, pengembangannya dapat diarahkan pada sektor produksi,” ujar Wamen Febrian dalam rapat yang dipimpin Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi serta dihadiri Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025, sebagai bagian strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pemerintah menargetkan peluncuran 70.000 Koperasi Desa Merah Putih bertepatan pada Hari Koperasi Nasional di 12 Juli 2025 mendatang.

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat berperan sebagai konsolidator ekonomi desa dengan berbagai manfaat strategis, seperti menekan inflasi, meningkatkan harga jual hasil tani, mengurangi peran middleman, serta menciptakan lapangan kerja. Selain itu, koperasi ini juga akan berkontribusi dalam inklusi keuangan, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan ekonomi desa.

Wamen Febrian juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengelolaan koperasi. “Setiap desa memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu pendekatan bottom-up. Pendampingan dalam penyusunan AD/ART dan pengelolaan administrasi sangat diperlukan agar koperasi dapat berjalan sesuai prinsipnya,” imbuhnya. Sinergi pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mendukung Koperasi Desa Merah Putih berperan nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi instrumen efektif mengentaskan kemiskinan di pedesaan.