Peluncuran Ocean Centre Indonesia: Bappenas Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Optimalkan Potensi Ekonomi Biru

Kementerian PPN/Bappenas bersama Indonesia Global Compact Network (IGCN) secara resmi meluncurkan Ocean Centre Indonesia sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan sektor kelautan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pentingnya momen ini untuk mengoptimalkan potensi laut Indonesia. “Ocean Centre Indonesia adalah ajakan, bukan hanya untuk berdiskusi, tetapi untuk bergerak bersama. Komitmen Bappenas jelas, setiap inisiatif harus memberikan dampak nyata—memperkuat kebijakan, menjawab celah regulasi, dan membantu pelaku usaha menerapkan prinsip keberlanjutan dan keselamatan di laut,” ungkap Wakil Menteri Febrian pada Selasa (15/7).

Peluncuran ini menandai dimulainya inisiatif multi-pihak yang mendukung transformasi sektor maritim Indonesia melalui praktik keselamatan kerja, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi laut yang adil. Ocean Centre diharapkan menjadi katalisator untuk mendorong inovasi keselamatan maritim, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan praktik internasional yang sesuai dengan konteks lokal. Inisiatif ini juga mendukung arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta visi jangka panjang Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Ocean Centre Indonesia akan berfokus pada tujuh area strategis: tata kelola laut, penguatan industri perikanan, konservasi ekosistem, efisiensi logistik maritim, pariwisata bahari, energi terbarukan dari laut, dan inovasi teknologi kelautan.Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi laut yang luar biasa. Wakil Menteri Febrian berharap melalui Ocean Centre, dapat terjadi kerja sama konkret agar laut menjadi kekuatan utama pembangunan nasional yang regeneratif dan berkeadilan. “Dalam RPJMN 2025–2029, ekonomi biru menjadi bagian penting dari agenda besar pembangunan nasional. Kita ingin laut menjadi sumber pangan, energi, air, dan stabilitas ekosistem yang seluruhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas Wakil Menteri Febrian.