Indonesia–Australia Luncurkan KITA SEHAT Wujudkan Agenda Kesehatan Untuk Semua
Berita Utama - Selasa, 21 Juli 2026
JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia meluncurkan Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7). Program ini menandai dimulainya kolaborasi jangka panjang kedua negara untuk mendukung transformasi kesehatan manusia dan hewan di Indonesia.
KITA SEHAT bertujuan mendukung terwujudnya “Kesehatan untuk Semua” sebagai bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini berfokus pada empat hasil akhir, yaitu penguatan kebijakan dan tata kelola pelayanan kesehatan primer, pelayanan kesehatan primer, komponen pendukung sistem kesehatan, serta ketahanan kesehatan.
“Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia, lebih kuat, lebih tangguh dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Dalam RPJPN 2025-2045, pembangunan kesehatan ditempatkan sebagai salah satu fondasi utama transformasi Indonesia,” ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.
Program yang didanai hingga AUD 100 juta ini akan dilaksanakan dalam dua tahap selama periode 2025–2033. Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian berperan sebagai kementerian pelaksana dan berkoordinasi dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. KITA SEHAT juga bekerja sama dengan WHO, UNICEF, dan UNFPA sebagai mitra pembangunan. Program KITA SEHAT dilaksanakan di tingkat pusat dan tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat Daya.
Turut hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma. Selain itu, perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi internasional, mitra pembangunan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat sipil juga turut hadir dalam acara ini.
Menkes Budi menegaskan peran pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapat akses kesehatan. "Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus kedua adalah mengobati masyarakat yang sakit. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Pemerintah Indonesia. Saya juga ingin meminta dukungan Pemerintah Australia agar cakupan imunisasi dapat meningkat hingga di atas 90 persen,” ujar Menkes Budi.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Pemerintah Australia juga menegaskan dukungannya terhadap transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui kemitraan KITA SEHAT. "KITA SEHAT mencerminkan kuatnya kemitraan kesehatan yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia, serta komitmen bersama kita untuk mewujudkan kesehatan bagi semua. Australia bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan gizi masyarakat, dan membangun sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh," ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, program ini diharapkan menghasilkan pembelajaran, inovasi, dan praktik baik yang dapat direplikasi untuk mempercepat terwujudnya “Kesehatan untuk Semua”.
“Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. Keberhasilan program tidak diukur dari lamanya program berjalan, melainkan dari seberapa kuat sistem kesehatan dan kapasitas nasional yang berhasil dibangun,” pungkas Wamen Febrian.