Menteri Rachmat Pambudy Tegaskan Pentingnya Pembangunan Kawasan Aglomerasi Jakarta Perkuat Perekonomian Nasional
Berita Utama - Kamis, 28 Agustus 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya pembangunan kawasan aglomerasi Jakarta dalam memperkuat perekonomian nasional. “Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai kota, melainkan juga sebagai pusat sejarah dan peradaban bangsa. Tanpa Jakarta, sejarah Indonesia tidak akan lengkap,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy pada Seremonial Kick-Off Panitia Antar Kementerian/Non-Kementerian (PAK) Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta dan dihadiri oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Jabodetabekjur, Kamis (28/8).
Pembangunan aglomerasi Jakarta bukan hanya persoalan tata ruang, melainkan juga bagian penting dari kesinambungan pembangunan nasional. Hal ini terlihat dari kontribusi Pulau Jawa yang mencapai 57,1 persen terhadap PDB nasional, sementara kawasan metropolitan Jakarta sendiri telah menyumbang lebih dari 25 persen PDB nasional. Angka ini mencerminkan besarnya tanggung jawab kawasan ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Rachmat Pambudy juga menegaskan bahwa pembangunan Jakarta harus berorientasi pada keberlanjutan. Penyediaan transportasi publik, pengelolaan lingkungan, serta penyelamatan kawasan pesisir utara menjadi prioritas utama. Menyelamatkan pantai utara bukan hanya berarti menyelamatkan Jakarta, melainkan juga menyelamatkan Pulau Jawa.
Seluruh wilayah di Indonesia, terutama kota-kota besar menghadapi dampak nyata dari tantangan global, termasuk perubahan iklim. Untuk itu, seluruh pihak perlu bersinergi dalam melanjutkan agenda pembangunan yang telah dirintis sejak masa Presiden Soekarno hingga sekarang. Acara ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam mengimplementasikan Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta. “RIPKA Jakarta bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kita membangun sebuah kawasan yang mampu menjawab tantangan zaman, dari perubahan iklim hingga daya saing global. Inilah saatnya kita menyatukan visi agar Jakarta tetap menjadi lokomotif pembangunan nasional,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.