Menteri Rachmat Pambudy Tegaskan Pentingnya Informasi Geospasial Sebagai Fondasi Pembangunan
Berita Utama - Rabu, 16 Juli 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peran informasi geospasial sebagai fondasi pembangunan dalam Rapat Koordinasi Nasional Informasi Geospasial 2025 yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG), Rabu (16/7). Data geospasial yang lengkap, akurat, dan terintegrasi sangat dibutuhkan untuk mendukung arah pembangunan jangka panjang Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. “RPJMN 2025–2029 merupakan tahap awal pelaksanaan RPJPN 2025–2045. Lima tahun ke depan adalah fondasi penting dalam agenda pembangunan kita. Untuk itu, di sinilah peta dasar dan informasi geospasial memiliki peran strategis untuk menjadi dasar setiap kebijakan pembangunan kita,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.
Pembangunan ekosistem geospasial nasional harus ditopang kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas SDM, teknologi canggih, dan sistem operasional yang responsif. Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen mendukung percepatan penyusunan peta dasar skala 1:5.000 secara nasional dalam tiga tahun ke depan yang dilakukan BIG. Data geospasial ini akan menjadi data dasar dalam perencanaan tata ruang, pengambilan kebijakan berbasis wilayah, serta penentuan lokasi strategis pembangunan lintas sektor. Menteri Rachmat juga menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dan real-time dalam pengelolaan data geospasial, terutama di tengah percepatan teknologi dan kompleksitas tantangan pembangunan menjadi hal yang niscaya.
Menteri Rachmat Pambudy berharap Rakornas ini momentum penguatan sinergi antar-kementerian/lembaga/daerah, dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan Satu Peta, dan Satu Data Indonesia, sebagai landasan kebijakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis bukti. “Dengan informasi geospasial yang berkualitas, kita bisa menutup kesenjangan sosial-ekonomi. Merencanakan pembangunan berbasis bukti dan data yang akurat, ini penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.