Menteri Rachmat Pambudy Sampaikan Empat Rekomendasi Pembangunan DKI Jakarta di Musrenbangprov DKI Jakarta 2025
Berita Utama - Rabu, 23 April 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memberikan arahan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) DKI Jakarta 2025 dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Ia menekankan pentingnya arah baru pembangunan Jakarta. “Jakarta punya potensi besar menjadi kota global hijau, cerdas, dan inklusif. Tapi potensi ini tidak akan terwujud tanpa kolaborasi lintas wilayah di kawasan aglomerasi,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Rabu (23/4).
Menteri Rachmat Pambudy juga menyampaikan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhan di tengah ketidakpastian global. Pada 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03 persen, lebih tinggi dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Meski demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global dan berbagai tantangan domestik yang kompleks, seperti ketimpangan wilayah, kualitas SDM, hingga persoalan infrastruktur.
Terkait arah pembangunan 2026, tema RKP adalah “Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.” Fokus utamanya meliputi ketahanan pangan dan energi, penguatan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, serta upaya pengentasan kemiskinan melalui hilirisasi dan intervensi sosial. Beberapa intervensi strategis yang diusulkan untuk Jakarta, antara lain pengembangan koridor bisnis Jakarta-Tangerang, pembangunan tanggul terpadu National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), serta penguatan kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat program Wajib Belajar 13 tahun dan penyediaan Makan Bergizi Gratis sebagai bagian intervensi sosial berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan berjalan optimal dan berkelanjutan. Pembangunan harus dipastikan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Musrenbangprov ini bukan sekadar forum teknokratik, tetapi ruang menyatukan visi pembangunan pusat dan daerah. Kita ingin Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya maju, tetapi juga adil dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.