Menteri Rachmat Pambudy Dukung Keberlanjutan Program Eliminasi Kanker Serviks dan Modernisasi Produksi Vaksin Nasional
Berita Utama - Kamis, 11 Juni 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima audiensi Direktur Utama PT Bio Farma Shadiq Akasya, di Kantor Bappenas, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut membahas keberlanjutan program eliminasi kanker serviks, serta rencana pembangunan fasilitas produksi vaksin baru guna memperkuat kapasitas produksi dan memenuhi kebutuhan vaksin di masa depan.
Menteri Rachmat Pambudy menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Eliminasi Kanker Serviks yang telah dijalankan Bio Farma bersama Kementerian Kesehatan dan mitra internasional sejak 2016. Program tersebut telah diperluas menjadi program nasional pada 2023 dan akan terus dilaksanakan hingga 2030, termasuk melalui pemberian vaksin HPV bagi anak usia sekolah. “Intinya, kami mendukung program ini karena merupakan tugas dan amanat Presiden untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin sehat,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penguatan kapasitas produksi vaksin yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, seperti vaksin polio dan HPV, yang perlu diiringi dengan modernisasi fasilitas serta proses produksi agar mampu memenuhi standar mutu global.
“Bio Farma perlu terus melakukan modernisasi agar mampu menghasilkan vaksin dengan teknologi terkini yang memenuhi standar WHO, sehingga kualitas produksi vaksin tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga standar internasional yang diakui secara global,” imbuh Menteri Rachmat Pambudy.
Sejalan dengan hal tersebut, Bio Farma menyampaikan usulan pembangunan fasilitas produksi vaksin baru sebagai bagian dari upaya modernisasi industri vaksin nasional yang diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Fasilitas baru tersebut diharapkan mampu mendukung penerapan teknologi produksi vaksin yang lebih mutakhir, memenuhi standar internasional, serta memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi vaksin secara mandiri. Modernisasi ini dinilai penting untuk menjaga daya saing industri vaksin nasional sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia di masa depan.
Menutup pertemuan, Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa keberhasilan suatu Proyek Strategis Nasional tidak hanya ditentukan oleh perencanaannya, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan penyelesaiannya. “Jadi, harus direncanakan dengan baik, dilakukan dengan baik, dan diselesaikan dengan baik,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.