Menteri Rachmat Pambudy Bahas Potensi Kerja Sama Kawasan Amerika Tengah bersama Dubes RI untuk Panama
Berita Utama - Senin, 11 Mei 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Panama Hendra Halim, membahas upaya penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara Amerika Tengah, yaitu Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua, serta mengoptimalkan penggunaan dana Indonesian Aid. Dubes Hendra Halim menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara Asia dengan kerja sama paling muda di kawasan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan pengalaman kerja sama Indonesia yang diharapkan dapat menjadi percontohan di kawasan Amerika Tengah. “Indonesia memiliki pengalaman kerja sama dengan negara-negara pasifik yang kemudian mendapat tanggapan serta apresiasi positif dan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut,” jelas Menteri Rachmat Pambudy di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (4/5). Beberapa bidang kerja sama yang dibahas secara konkret meliputi pendidikan, pengelolaan sampah, serta bio-ekonomi. Di kawasan tersebut, Indonesia pernah bekerja sama dalam pelatihan kerajinan bambu dan pembibitan kelapa sawit.
Sementara itu, Dubes Hendra Halim juga menyampaikan Indonesia dapat membantu Nikaragua dalam pembentukan lembaga halal. Menteri Rachmat Pambudy pun mendorong pemanfaatan instrumen bantuan pembangunan kerja sama internasional Indonesia yang tersedia saat ini. Dana Indonesian Aid diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk penanganan kebencanaan, tetapi juga untuk mendukung strategi yang lebih teknis, seperti pengiriman tenaga ahli perencanaan dan instruktur kerajinan. Indonesia juga akan meminta usulan kebutuhan konkret dari negara mitra melalui Kedutaan Besar RI di Panama untuk dapat ditindaklanjuti.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan berbagai ide strategis yang diharapkan dapat menciptakan kerja sama intensif antara Indonesia dan negara-negara Amerika Tengah dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian serta pembangunan negara mitra, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pembangunan yang strategis di kawasan tersebut.