Kunjungan Kerja ke Semarang: Menteri Rachmat Pambudy Bahas Infrastruktur Jateng dan Sampaikan Orasi Ilmiah di UNNES

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Semarang, Senin (8/6). Menteri Rachmat Pambudy mengatakan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat karena didukung oleh industri dan pertanian.

Untuk itu, pembangunan infrastruktur pun harus ditingkatkan, khususnya pada infrastruktur jalan tol dan rel kereta api. “Infrastruktur yang baik adalah suatu keharusan. Permintaan jalan tol dan kereta api akan saya catat. Jalan tol sebisa mungkin diupayakan oleh swasta agar tidak membebani APBN, sementara kereta api dapat dikombinasikan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy.

Selanjutnya, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan orasi ilmiah bertajuk SDGs, Pembangunan Berkelanjutan, dan Peran Perguruan Tinggi: Menuju Indonesia Emas 2045, dalam rangka Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang. Menteri Rachmat Pambudy menekankan prinsip fundamental dari agenda SDGs 2030, yakni prinsip pemerataan dalam pertumbuhan ekonomi atau no one left behind.

Di tengah tantangan triple planetary crisis yang melanda dunia, Indonesia berhasil menyelesaikan 153 atau 62,7 persen dari 244 Indikator yang dievaluasi dalam Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia. Capaian tersebut ditopang oleh komitmen untuk mengintegrasikan SDGs dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, baik dalam RPJMN maupun RKP, sehingga SDGs menjadi bagian dari siklus perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan nasional.

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan, untuk menjawab tantangan iklim diperlukan pelaksanaan pembangunan lintas sektor yang saling melengkapi. “Sektor kelautan dan pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, penerapan nature-based solution, dan penguatan tata ruang berbasis mitigasi dan risiko bencana. Sektor sumber daya air, penguatan air perlu kita tingkatkan efisiensi teknologinya melalui konservasi air dan penerapan prinsip water accounting. Dalam pertanian, penerapan smart agriculture perlu kita teruskan,” urai Menteri Rachmat Pambudy.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga diperlukan, termasuk perguruan tinggi. UNNES pun telah mengambil peran kuat dalam agenda SDGs, khususnya melalui pendidikan, riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. UNNES berkomitmen menyajikan data terkait implementasi dan capaian SDGs yang telah dilakukan UNNES secara transparan melalui Dasbor SDGs.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES tentang Kolaborasi Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rachmat Pambudy menerima Anugerah Konservasi UNNES 2026: Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi kontribusi dan dedikasi Menteri Rachmat Pambudy dalam merumuskan dan mengawal pelaksanaan SDGs di Indonesia, serta peran dalam membangun Indonesia selama empat dekade hingga saat ini.

“Universitas harus memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan, dan tantangan kita ke depan adalah memastikan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium. Universitas harus ditransformasikan dalam solusi nyata. Mari kita wariskan hutan tetap hijau, sungai mengalir jernih, udara tetap bersih, dan bumi tetap terjaga untuk kehidupan anak cucu kita,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy