Kementerian PPN/Bappenas dan DPR RI Perkuat Sinergi Kawal Target Pertumbuhan Ekonomi Dalam RKP 2026

Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Tema RKP 2026 menitikberatkan pada kedaulatan pangan dan energi, serta penguatan ekonomi yang produktif dan inklusif sebagai fondasi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (1/7).

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan tantangan global dan ketimpangan antarwilayah hanya dapat diatasi melalui transformasi menyeluruh dan kolaborasi lintas sektor. “Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, RKP 2026 menjadi panduan penting untuk menjaga arah pembangunan nasional. Strategi Kementerian PPN/Bappenas adalah memastikan transformasi menyeluruh, dari sosial, ekonomi, hingga tata kelola, agar kita mampu menghadapi dinamika global dan tetap tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” papar Menteri Rachmat Pambudy.

Arah pembangunan RKP 2026 difokuskan pada penguatan fondasi ekonomi daerah, pemberdayaan masyarakat desa, serta penyediaan akses layanan dasar secara merata. Sejumlah program prioritas seperti pembangunan perumahan, digitalisasi pendidikan, dan pengurangan kemiskinan terpadu menjadi motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi sesuai trisula pembangunan dalam RKP 2026: pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan SDM unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. RKP 2026 juga mengusung prinsip inklusivitas total, yang memastikan seluruh warga negara—termasuk kelompok rentan—mendapat manfaat nyata dari pembangunan.

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menjalankan RKP 2026 secara menyeluruh. “RKP 2026 harus diterjemahkan dalam kebijakan di setiap tingkat: pusat, daerah, dan lembaga. Kita ingin memastikan program prioritas benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai aksi nyata yang menyentuh warga, membuka kesempatan, dan memperbaiki masa depan anak-anak Indonesia. Itulah esensi pembangunan yang terdampak, terangkat, dan terdekat—yang menghadirkan wajah kebangsaan kita,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.