Inisiatif Kerja Sama Indonesia–Jerman di Sektor Prioritas Pembangunan, Dukung Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang berdampak nyata, mendukung transformasi ekonomi Indonesia, serta mempersiapkan proses negosiasi lanjutan pada tahun 2026 melalui dialog konsultasi kerja sama pembangunan untuk meninjau arah kebijakan kerja sama, sekaligus menyepakati sektor-sektor prioritas yang mendukung target pembangunan nasional dalam RPJMN 2025-2029 di 26-27 November 2025. Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka, menegaskan pentingnya forum ini dalam memperkuat hubungan pembangunan kedua negara.

“Jerman telah menjadi salah satu partner yang penting bagi kami untuk mencapai objektif pembangunan Indonesia. Kerja sama dengan Jerman tetap penting untuk memobilisasi pengetahuan, teknologi, dan keuangan. Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyelaraskan portofolio kerja sama dengan prioritas pembangunan nasional jangka menengah, sekaligus memperkuat fondasi bagi kolaborasi yang lebih strategis ke depan,” jelas Deputi Putut pada Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025 di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (26/11).

Pertemuan konsultasi kedua negara ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas institusional, memperluas pembiayaan inovatif, serta memastikan setiap inisiatif kerja sama yang berkontribusi pada pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Forum konsultasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Pemerintah Republik Federal Jerman, Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, GIZ, KfW, PTB, serta sejumlah kementerian/lembaga dan BUMN terkait yang memiliki hubungan kerja sama dengan Jerman. Konsultasi ini merupakan pertemuan yang rutin dilaksanakan di sela pelaksanaan pertemuan negosiasi antar kedua negara yang rutin dilaksanakan per 2 tahunan. Kepala Divisi Asia Timur dan Asia Tenggara BMZ Jerman Andreas Foerster menekankan peran sentral Indonesia, bukan hanya di Asia Tenggara, tetapi juga dalam transformasi global, karena Indonesia menyimpan sumber daya yang sangat krusial untuk perkembangan transformasi global.

Forum ini fokus pada dialog teknis yang mencakup enam area sektor prioritas kerja sama, yakni digitalisasi, ekonomi sirkular, mobilitas perkotaan, kehutanan, energi, serta isu lain yang meliputi Innovative Development Fund (ID Fund) dan Technical and Vocational Education and Training (TVET). Sementara itu, arah kebijakan nasional yang relevan dengan kerja sama ini mencakup pada penekanan penguatan ketahanan pangan, air, dan energi, serta perkembangan ekonomi hijau dan biru.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo, menyoroti langkah Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi pangan, konservasi sumber daya air, modernisasi agroforestri dan pemanfaatan hasil hutan bernilai tinggi, serta perluasan kebijakan rendah karbon dan energi terbarukan untuk mempercepat upaya transisi energi. “Lewat kerja sama ini, kami akan melanjutkan ekspansi penggabungan energi kita dengan energi renewable, untuk kebaikan dan mempromosikan industri kami,” tutup Deputi Teguh. Hasil dalam setiap pembahasan akan menjadi dasar untuk penajaman kerja sama pembangunan yang akan dilakukan oleh kedua negara, serta menjadi masukan dalam pelaksanaan Pertemuan Negosiasi G-to-G antar kedua negara yang selanjutnya dijadwalkan pada tahun 2026.