Indonesia-Vietnam Perkuat Kolaborasi Transformasi Digital melalui Kemitraan Strategis Bappenas dan FPT

Kementerian PPN/Bappenas bersama Financing and Promoting Technology (FPT) Vietnam, menjajaki langkah konkret kerja sama strategis dalam transformasi digital sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani kedua pihak sebagai wujud komitmen dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital sebagai penggerak utama reformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. “Sesi pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat dukungan terhadap ekonomi digital di Indonesia,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Rolly Rochmad Purnomo mewakili Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas dalam Agenda Sesi Kerja: Working Session on Digital Transformation Cooperation di Jakarta, Senin (21/7).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi digital lintas negara, khususnya dalam mewujudkan tata kelola data dan pelayanan publik yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis kecerdasan buatan (AI). Direktur Data Pembangunan dan Pemerintah Digital Kementerian PPN/Bappenas Dini Maghfirra menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong kolaborasi internasional untuk meningkatkan kapasitas tata kelola digital. “Kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga mengubah cara pemerintah bekerja, termasuk dalam penyelenggaraan layanan sosial seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Direktur Dini.

Pemanfaatan AI diharapkan mampu memperkuat efektivitas program MBG, mulai dari pelacakan rantai pasok, pemantauan distribusi makanan, hingga pengawasan pertumbuhan anak penerima manfaat. “Kami melihat potensi kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan sistem yang lebih cerdas dan akuntabel dalam mendukung agenda prioritas Presiden,” imbuhnya.

FPT menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa kolaborasi digital internasional harus berakar pada visi bersama untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami percaya bahwa visi Kementerian PPN/Bappenas dalam mentransformasi tata kelola digital di Indonesia sangat sejalan dengan pengalaman kami di Vietnam. FPT siap berbagi praktik terbaik, termasuk dalam pengembangan AI, semikonduktor, dan sistem digital pemerintahan,” ujar CEO FPT Software Indonesia dari FPT Corporation Tung Nguyen Hoang. FPT pun memaparkan berbagai teknologi mutakhir yang telah diterapkan di Vietnam, termasuk platform Libra untuk digitalisasi dokumen hukum, serta pemanfaatan AI untuk kota cerdas (smart city) dan layanan kesehatan berbasis asisten virtual dan profil medis terintegrasi.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai direktorat teknis Kementerian PPN/Bappenas, para pakar FPT di bidang AI, semikonduktor, dan transformasi digital. Ke depan, kerja sama ini akan difokuskan pada penyusunan panduan implementatif, pengembangan prototipe sistem pemantauan berbasis AI, serta studi komparatif atas penerapan teknologi di Vietnam untuk mendukung agenda digitalisasi Indonesia.