Indonesia Tegaskan Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan di HLPF 2025

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan komitmen Indonesia untuk implementasi Agenda 2030 dan mendorong kerja sama global dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). “Indonesia is ready to act, to partner, and to lead. Indonesia percaya kerja sama global yang erat adalah kunci untuk menjawab berbagai tantangan besar dunia, mulai dari perubahan iklim dan kesenjangan sosial, hingga ketahanan pangan. Indonesia siap menjadi mitra aktif dan solutif dalam mewujudkan Agenda 2030,” jelas Wamen Febrian dalam sesi GeneralDebate pada Ministerial Segment High-Level Political Forum on SustainableDevelopment (HLPF) 2025 di New York, Amerika Serikat, Senin (21/7) waktu setempat.

HLPF 2025 yang berlangsung pada 14–23 Juli 2025 dan mengusung tema “Advancing Sustainable, Inclusive, Science-and Evidence-Based Solutions for the 2030 Agenda”menjadi platform strategis negara anggota PBB untuk berbagi capaian dan tantangan pembangunan, sekaligus memperkuat komitmen serta kerja sama global menuju pencapaian Agenda 2030. Empat aksi utama yang menjadi prioritas Indonesia dalam mempercepat implementasi Agenda 2030, yaitu kebijakan inklusif untuk memastikan no one is left behind, solusi inovatif yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan, penguatan kemitraan, serta peningkatan solidaritas global untuk mengatasi tantangan bersama. Wamen Febrian menekankan pentingnyamemulihkan kepercayaan terhadap multilateralisme, di tengah peringatan 80 tahun berdirinya PBB dan meningkatnya tantangan global yang menguji solidaritas internasional.

Dalam HLPF 2025 , Indonesia tidak hanya membagikan best practice dan lesson learned dari pengalaman nasional, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong transformasi global yang lebih inklusif, tangguh, dan berkeadilan demi masa depan dunia yang berkelanjutan. Indonesia juga berkomitmen mendorong pendekatan kolaboratif dalam menangani isu-isu kesehatan global dengan berpartisipasi dalam Alliance of Countries on the Fight Against Tuberculosis. Wamen Febrian turutmenyampaikan pernyataan bersama untuk menyerukan komitmen tertinggi untuk memperkuat aksi, pembiayaan, dan kerja sama dalam memerangi TBC, termasuk TBC resistan obat.

Indonesia juga akan mempresentasikan Laporan Voluntary National Review (VNR), Selasa (22/7). Laporan ini akan menguraikan kemajuan Indonesia dalam mencapai TPB/SDGs, khususnya untuk Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Tujuan 5:Kesetaraan Gender, Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan14: Ekosistem Lautan, serta Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Gizi Nasional dan didukung Qatar, Finlandia, Bulgaria, Jepang, UNICEF, Asian Development Bank, serta School Meals Coalition juga akan menyelenggarakan side event bertema “Feeding the Future: Leveraging Multisectoral Efforts for Productive Human Capital and Engaging Women’s Participation”, Rabu (23/7) untuk membahas program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya strategis Indonesia dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.