Indonesia Perkuat Integrasi Ketahanan Air–Energi–Pangan Melalui Peta Jalan dan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) WEF Nexus

Kementerian PPN/Bappenas bersama UNDP Indonesia dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) telah menyelenggarakan Konsultasi Publik mengenai Water–Energy–Food (WEF) Nexus Roadmap dan Decision Support System (DSS) di Jakarta, Selasa (7/10). Kegiatan ini menandai tonggak penting dalam perjalanan Indonesia dari “nexus thinking” menuju “nexus doing”, yang mencerminkan komitmen pemerintah terhadap solusi pembangunan berkelanjutan yang terpadu dan berbasis data.

Sebagai salah satu game changer (pendorong perubahan) dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, inisiatif WEF Nexus berperan penting dalam mendorong pembangunan manusia berkelanjutan. Melalui pengelolaan terpadu sumber daya air, energi, dan pangan, inisiatif ini mendukung visi Indonesia untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif, dengan memastikan sumber daya dikelola secara bijak, ekosistem terlindungi, dan masyarakat dapat tumbuh bersama tanpa ada yang tertinggal.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo menyatakan, “Kerangka kerja WEF Nexus fundamental bagi transformasi pembangunan berkelanjutan Indonesia. Dengan mengembangkan peta jalan komprehensif dan sistem pendukung keputusan digital ini, kami menciptakan mekanisme tata kelola terintegrasi yang akan mengoptimalkan alokasi sumber daya, meningkatkan koherensi kebijakan, dan memastikan pengambilan keputusan berbasis data di sektor air, energi, dan pangan. Ini merepresentasikan komitmen kami untuk beralih dari kerangka konseptual ke implementasi yang berkelanjutan.”

Konsultasi Publik ini menampilkan dua inovasi utama: WEF Nexus Roadmap, panduan strategis yang menggali sinergi dan keseimbangan antara sistem air, energi, dan pangan, serta Decision Support System (DSS), platform digital yang memungkinkan perencanaan terpadu berbasis data. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, dan mitra pembangunan untuk berbagi pandangan dan rekomendasi melalui diskusi terarah dan tinjauan teknis. Proses ini memastikan agar peta jalan dan sistem yang dihasilkan mencerminkan perspektif inklusif dari berbagai pemangku kepentingan, guna mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan tangguh.

“Inggris bangga mendukung upaya Indonesia dalam memajukan inisiatif WEF Nexus melalui program andalan kami, Climate Action for a Resilient Asia (CARA). Program ini membantu pemerintah dan masyarakat di kawasan Indo-Pasifik untuk beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan memperkuat ketahanan. Kolaborasi kami dengan Indonesia di dalam WEF Nexus menunjukkan bagaimana kerja sama internasional yang strategis dapat mendorong tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan. Sistem Pendukung Keputusan yang dikembangkan melalui inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi model bagi negara lain yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pangan yang saling terkait. Iklim dan Alam merupakan salah satu pilar utama dalam Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris, dan kami berkomitmen untuk bekerja bersama mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta membangun planet yang tangguh dan layak huni bagi semua.” ujar Chargé d’affaires Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia Matt Downing. “Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) yang sedang dikembangkan di Indonesia ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Indonesia, tetapi juga dapat menjadi model bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan sumber daya yang saling terhubung,” imbuh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Matthew Downing.

Melalui berbagai lokakarya dan diskusi, para pemangku kepentingan berperan aktif dalam mengidentifikasi tantangan dan peluang untuk mengelola sumber daya air, energi, dan pangan secara lebih efektif. Hasil dari proses ini akan menjadi dasar dalam menetapkan target dan rencana aksi yang konkret, serta pengembangan alat untuk memantau kemajuan dan memberikan arahan kebijakan, menciptakan model yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

“UNDP berkomitmen untuk mendukung pendekatan inovatif Indonesia dalam mengatasi keterkaitan kompleks antara ketahanan air, energi, dan pangan,” ujar Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella. “Peta Jalan dan Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) WEF Nexus menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan manusia yang berkelanjutan. Inisiatif ini membantu Indonesia membangun masa depan di mana manusia dan alam dapat tumbuh selaras. Hal ini juga mencerminkan komitmen bersama kami untuk menghadirkan solusi terpadu yang inklusif, agar tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam perjalanan pembangunan Indonesia.”