Indonesia-Hungaria Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Berita Utama - Jumat, 14 Maret 2025
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menerima kunjungan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya dalam mendukung Asta Cita menuju Visi Indonesia Emas 2045, Jumat (14/3). “Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk lima tahun ke depan, kami akan menjalankan langkah-langkah strategis guna membangun fondasi yang kokoh dan berkelanjutan hingga 2045. Terdapat tiga prioritas utama yang menjadi fokus periode ini, yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wamen Febrian.
Indonesia diperkirakan akan membutuhkan investasi dalam lima tahun ke depan, yang akan bersumber dari berbagai pihak, termasuk APBN, BUMN, swasta, serta kerja sama dengan negara mitra dan lembaga multilateral. Hungaria telah berkontribusi melalui proyek SPAM-IKK, dengan membangun 36 instalasi pengolahan air di Jawa, Flores, Sulawesi, dan Sumatra pada 2017–2019. “Ini adalah awal yang baik bagi kerja sama kedua negara,” ujar Dubes Karsay. Selain itu, di sektor ketenagakerjaan, saat ini terdapat 2.500 pekerja Indonesia di Hungaria, terutama di industri kendaraan listrik. Hungaria juga menyediakan 110 beasiswa penuh per tahun bagi mahasiswa Indonesia sebagai bagian komitmen pengembangan SDM.
Wamen Febrian menegaskan pembangunan merupakan aspek yang sangat penting, terlebih Indonesia tengah menghadapi tantangan bonus demografi. Masih banyak ruang kerja sama yang dapat dijajaki, tidak hanya di sektor keuangan, tetapi juga di berbagai bidang lainnya. Melalui kemitraan yang erat ini, Indonesia dan Hungaria berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral guna mendukung pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.