Indonesia dan Swiss Perkuat Kemitraan Strategis melalui Program Kerja Sama Pembangunan 2025–2028
Berita Utama - Rabu, 16 April 2025
Pemerintah Indonesia dan Swiss resmi menyelenggarakan peluncuran awal Program Kerja Sama Pembangunan Indonesia–Swiss 2025–2028, sebagai wujud penguatan kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Acara ini dihadiri Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard dan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder. “Sejak 1970-an, Swiss telah menjadi mitra pembangunan yang sangat berarti bagi Indonesia, melalui berbagai inisiatif seperti dukungan terhadap POLMAN dan NHI Bandung. Hari ini kita menandai babak baru dalam hubungan tersebut dengan peluncuran awal Program Kerja Sama Pembangunan Indonesia–Swiss 2025–2028,” ujar Wamen Febrian, Rabu (16/4).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dengan Kementerian PPN/Bappenas dan kementerian/lembaga terkait. Dirancang selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, program ini wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global. Wamen Febrian juga menyampaikan kerja sama ini tidak hanya melanjutkan hubungan historis yang telah terbangun sejak 1970-an, tetapi juga menandai fase baru yang lebih strategis dan berbasis hasil. Fokus kerja sama kini diarahkan pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan efisiensi sektor publik dan daya saing ekonomi, penguatan kapasitas SDM melalui pendidikan vokasi, serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan, termasuk tata kota, mobilitas, dan akses terhadap energi serta air bersih.
Peluncuran resmi program ini diagendakan pada Oktober 2025. Sementara itu, soft launching hari ini menjadi momentum awal memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, membangun kesepahaman bersama, serta merumuskan langkah konkret menuju implementasi program yang efektif. Program Kerja Sama Pembangunan 2025–2028 diharapkan mendukung upaya Indonesia dalam menghadapi tantangan global, termasuk ketidakpastian perdagangan dan kebutuhan diversifikasi pasar. Swiss dinilai sebagai mitra penting mendorong penguatan UKM Indonesia agar mampu menembus pasar internasional dan memenuhi standar global, sebagaimana keberhasilan program Swiss Import Promotion Programme mendukung sektor perikanan.
“Kerja sama internasional seperti ini sangat penting dalam mendukung arah pembangunan nasional kita menuju Indonesia Emas 2045. Kami percaya, dengan pendekatan yang berbasis permintaan, terukur, dan kolaboratif seperti yang ditawarkan oleh SECO, program ini akan membuka peluang baru, memperkuat daya saing nasional, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif,” pungkas Wamen Febrian.