Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Bappenas Resmikan Rumah Susu

Kementerian PPN/Bappenas meresmikan Rumah Susu Pasteurisasi di Bogor, sebagai bagian strategi nasional untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rumah Susu ini menjadi fasilitas pengolahan susu pasteurisasi pertama yang disiapkan khusus untuk memastikan ketersediaan asupan protein hewani dalam rangka peningkatan kualitas gizi anak Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan pembangunan Rumah Susu ini merupakan langkah konkret menanggulangi persoalan gizi kronis yang masih dihadapi Indonesia, terutama pada kelompok usia balita dan anak sekolah. “Program MBG memiliki tujuan utama membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Visi Indonesia Emas 2045, khususnya untuk perbaikan gizi, pendidikan, ekonomi, dan penurunan kemiskinan,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Selasa (22/4).

Tantangan gizi di Indonesia masih signifikan. Hanya 60,9 persen balita yang mengonsumsi makanan beragam dan 96,7 persen penduduk belum cukup mengonsumsi buah dan sayur. Prevalensi stunting pada balita berada di 21,5 persen, sementara kekurangan energi kronis pada ibu hamil mencapai 16,9 persen. Hal ini tidak hanya pada aspek kesehatan, namun juga menurunkan kemampuan kognitif, produktivitas kerja, hingga memengaruhi Indeks Modal Manusia. Di sisi lain, produksi susu nasional masih belum mencukupi kebutuhan konsumsi. Kajian Kementerian PPN/Bappenas menunjukkan kapasitas produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 17 persen total kebutuhan per tahun. Bahkan di tiga provinsi utama produsen susu, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, masih terjadi defisit. Untuk itu, penguatan rantai pasok susu dari hulu ke hilir menjadi fokus utama pemerintah.

Rumah Susu hadir menjawab tantangan tersebut. Fasilitas ini akan menyerap produksi susu segar dari peternak lokal, memastikan proses pengolahan sesuai standar keamanan pangan, dan menjadi simpul distribusi bahan pangan bergizi untuk mendukung MBG. Selain itu, Rumah Susu juga diharapkan menjadi model hilirisasi produk peternakan yang dapat direplikasi di wilayah lainnya. Untuk mendukung inisiatif ini, pemerintah telah menetapkan arah kebijakan melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, yang memprioritaskan pengembangan pangan hewani, termasuk peningkatan produksi dan konsumsi susu. Kebijakan ini diperkuat dengan berbagai intervensi, mulai dari pengadaan indukan sapi perah, penguatan kelembagaan peternak, hingga diversifikasi produk olahan susu berbasis industri rakyat.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat kolaborasi multisektor yang diharapkan menjadi kunci keberhasilan. Kementerian PPN/Bappenas, bersama Badan Gizi Nasional dan IPB University tengah membangun Center of Excellence untuk pemenuhan gizi yang berperan dalam pengembangan standar pengolahan susu, inovasi teknologi produksi, hingga kampanye konsumsi pangan bergizi seimbang dan aman. “Peresmian Rumah Susu ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal dari gerakan nasional perbaikan gizi. Sinergi lintas sektor akan terus kami dorong untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing,” pungkas Menteri Rachmat.