Dukung Prioritas Pembangunan 2025–2029, Indonesia dan ADB Perkuat Kemitraan Strategis
Berita Kerjasama - Rabu, 23 Juli 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk memperkuat kemitraan jangka panjang yang telah terjalin selama ini, di mana Indonesia merupakan negara anggota pendiri sekaligus anggota terbesar ke-6 ADB. Pertemuan ini membahas kelanjutan Country Partnership Strategy 2025–2029 yang selaras dengan RPJMN 2025-2029, dengan fokus pada pertumbuhan inklusif, hijau, dan tangguh. ADB yang kini bertransformasi sebagai Climate Bank untuk kawasan Asia dan Pasifik berkomitmen mendukung Indonesia dalam ketahanan pangan, air, perlindungan sosial, serta percepatan transisi energi.
Menteri Rachmat menyampaikan apresiasinya atas kunjungan perwakilan ADB, serta menegaskan Indonesia dan ADB telah menjalin kemitraan yang kuat sejak 1966. “Indonesia, tidak hanya merupakan anggota, tetapi juga berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan ADB. Meski situasi global berubah, tantangan kita masih sama: pangan, energi, air, dan infrastruktur, ditambah dampak krisis iklim. Karena itu, kemitraan ini perlu kita perkuat untuk bersama untuk menghadapi tantangan persoalan global,” ujar Menteri Rachmat.
Kementerian PPN/Bappenas telah menyelesaikan penyusunan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, yang mengusung visi Indonesia Emas dan Asta Cita sebagai arah kebijakan nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga penghapusan kemiskinan ekstrem. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pembiayaan kreatif. “APBN sangat terbatas. Karena itu, kami mendorong partisipasi swasta dan mitra pembangunan untuk berkontribusi aktif, termasuk melalui skema pembiayaan inovatif,” tegas Menteri Rachmat.
ADB dan Indonesia akan memperluas kerja sama pada sektor strategis, seperti pertumbuhan ekonomi hijau dan inklusif, percepatan transisi energi, penguatan daya saing SDM, pengembangan infrastruktur berkelanjutan, serta transformasi sistem kesehatan nasional. Kolaborasi Indonesia dan ADB menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem hingga transisi energi berkelanjutan. Dengan dukungan ADB sebagai mitra strategis, agenda pembangunan 2025–2029 diharapkan dapat dijalankan secara lebih efektif, sekaligus memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045.