Dorong Swasembada Pangan, Bappenas Petakan Permasalahan, Tantangan, Hingga Peluang Perberasan Nasional dari Hulu ke Hilir
Berita Utama - Rabu, 08 Oktober 2025
Kementerian PPN/Bappenas menginisiasi upaya untuk memetakan permasalahan, tantangan, dan peluang sektor perberasan dari hulu ke hilir di Indonesia sebagai dasar teknokratis dalam menyusun rekomendasi kebijakan produksi beras. “Di samping rekomendasi kebijakan perberasan, FGS ini diharapkan menciptakan ekosistem perberasan yang unggul, spesifik sesuai karakter Indonesia, hingga berdaya saing secara internasional,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Forum Focused Group for Solution (FGS) Percepatan Perencanaan Produksi Perberasan Nasional: Aspek Hilir di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (6/10).
Agenda yang dihadiri para ahli dan praktisi ini membahas isu strategis dalam aspek hilir perberasan, mulai dari tata kelola, rantai nilai dan pasok, hingga isu kewilayahan. Swasembada Pangan, Energi, dan Air merupakan salah satu program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Swasembada Pangan diarahkan untuk mencapai ketahanan pangan nasional, peningkatan produksi pangan dalam negeri, serta peningkatan kesejahteraan petani serta nelayan. Sebagai bahan pangan utama sebagian besar masyarakat Indonesia, percepatan produksi perberasan nasional menjadi penting sebagai upaya untuk mencapai swasembada pangan, di samping tingginya kebutuhan beras, produksi yang belum ramah lingkungan, hingga harga beras lokal yang tinggi.
Diskusi ini dilanjutkan dengan pembahasan di tingkat hulu, yang menyoroti isu pada sektor pertanian (on-farm) dan sektor industri dan jasa (off-farm) pada Rabu (8/10). Hulu On Farm membahas persoalan benih dan teknologi, kapasitas petani, hingga model bisnis. Sedangkan Hulu Off Farm mengkaji isu penyuluhan, kesejahteraan petani, hingga sistem logistik perberasan. Menteri Rachmat Pambudy pun menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam percepatan produksi perberasan. Adanya perkembangan teknologi merupakan peluang bagi perberasan Indonesia, di antaranya dalam pengembangan benih dan perpupukan. Diversifikasi pangan dengan alternatif bahan pokok selain beras juga menjadi upaya dalam mendorong swasembada pangan nasional.
Forum FGS ini diharapkan dapat mengidentifikasi isu strategis lainnya dan menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam membangun ekosistem perberasan nasional yang dinamis dan adaptif. Identifikasi permasalahan dengan dukungan data yang akurat menjadi awal dalam perumusan kebijakan perberasan yang diharapkan dapat mewujudkan produksi perberasan nasional yang ramah lingkungan, bernilai kompetitif, terjangkau, dan menyejahterakan petani. “Sekarang ini kesempatan baru, bagaimana kita memetakan kembali strategi perberasan kita dalam keadaan geopolitik dan geoekonomi yang berubah. Sebagai negara berdaulat, selama kita belum bisa menyelesaikan persoalan dasar seperti halnya bahan pangan pokok, maka kita belum bisa menyelesaikan hal lain yang fundamental,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.