Dorong Kebangkitan Wirausaha Perempuan, Bappenas Dukung Pembentukan Women SMEs Unpad–Nuraa Center

Kementerian PPN/Bappenas mendukung pembentukan Women Small and Medium Enterprises (SMEs) Unpad–Nuraa Center melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PPN/Bappenas, Universitas Padjadjaran, dan Nuraa Women’s Institute, di Kantor Bappenas, Kamis (12/3). Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan ekosistem usaha yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tidak dapat dilepaskan dari kekuatan dunia usaha dan para pengusahanya. “Tidak ada negara yang kuat dan besar tanpa pengusaha yang kuat. Karena itu kita harus terus mendorong lahirnya entrepreneur baru, termasuk dari kalangan perempuan,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Berdasarkan Laporan Global Entrepreneurship Monitor, negara maju setidaknya memiliki sekitar sepuluh persen wirausaha dari total populasi. Sementara itu, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih sekitar dua persen, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan jumlah enterpreneur nasional.

UMKM perempuan memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional. Dari sekitar 56,7 juta pelaku usaha di Indonesia, sekitar 37 persen atau sekitar 21,2 juta pelaku usaha merupakan perempuan, dengan mayoritas berada di skala usaha mikro. Sementara itu, sebagian besar UMKM perempuan masih berada pada sektor informal dengan nilai tambah usaha yang relatif rendah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penguatan ekonomi perempuan perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas dan manajemen usaha, perluasan akses pembiayaan, peningkatan akses pasar dan integrasi dalam rantai nilai produksi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi usaha, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Dalam konteks tersebut, pembentukan Women SMEs Unpad–Nuraa Center diharapkan dapat menjadi platform ekosistem terintegrasi yang mendorong transformasi UMKM perempuan menjadi lebih produktif, kompetitif, inovatif, serta terhubung dengan pasar yang lebih luas.

“Kita ingin membangun generasi perempuan baru sebagai tiang negara, yaitu para pengusaha perempuan yang kuat dan berdaya saing, berpayung pada semangat pembangunan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.