Dalam Raker Bersama Komite IV DPD RI, Menteri Rachmat Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Akan Tercapai

Dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memaparkan proyeksi dan strategi pembangunan dalam RPJMN 2025–2029 dan RKP 2025. Menteri Rachmat Pambudy menekankan pentingnya menjaga konsistensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. “Ketidakpastian global, termasuk kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dinamika perekonomian Tiongkok, harus kita perhatikan. Namun, simulasi Kementerian PPN/Bappenas menunjukkan bahwa dampak kepemimpinan Presiden Donald Trump terhadap perekonomian Indonesia relatif tidak sedalam yang dialami negara lain, jadi kita harus optimis bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi”, papar Menteri Rachmat Pambudy, Senin (3/2).

Dari sisi domestik, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan 5,03 persen hingga triwulan III-2024. Stabilitas makro ekonomi didukung cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD 155,7 miliar, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor, jauh di atas standar internasional. Inflasi juga terkendali pada level 1,57 persen pada akhir 2024, menjaga daya beli masyarakat.

Kementerian PPN/Bappenas memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,3 persen, yang akan menjadi pijakan kuat untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen pada 2025–2029. Menteri Rachmat Pambudy menegaskan bahwa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kebijakan fiskal adaptif diarahkan pada peningkatan pendapatan dan belanja negara secara pro-growth, sekaligus menjaga stabilitas dan keberlanjutan fiskal. Target pendapatan negara pada 2029 diproyeksikan mencapai 13,75–18 persen PDB, target-target ini sudah tertuang dalam RPJMN 2025-2029 dan RKP 2025 sebagai pijakan prioritas pembangunan nasional.

Dengan strategi pembangunan yang terintegrasi, Kementerian PPN/Bappenas optimistis visi ekonomi inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud. “RPJMN 2025-2029 akan menjadi pijakan penting untuk mempercepat pembangunan. Kepemimpinan baru Presiden Prabowo dengan semangat kolaborasi lintas sektor, pusat-daerah juga harus membuat kita optimis semua target bisa tercapai”, pungkas Menteri Rachmat.