Bappenas: UNESA Cetak Guru Berkualitas, Kunci Wujudkan SDM Unggul
Berita Utama - Senin, 13 April 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya ditopang oleh teknologi dan inovasi, tetapi juga sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan menjadi salah satu fondasi pembangunan jangka panjang.
“Ada pepatah yang mengatakan, jika kita ingin membangun untuk jangka pendek, tanamlah padi; untuk jangka menengah, tanamlah pohon; tetapi jika ingin membangun untuk jangka panjang hingga ratusan tahun, maka didiklah manusia. Oleh karena itu, tanggung jawab pendidikan guru menjadi sangat penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Rachmat Pambudy saat berdiskusi bersama Rektor dan civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tentang Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Nasional dan Transformasi Perguruan Tinggi: Peran UNESA dalam Menyiapkan SDM Unggul di Kampus UNESA, Surabaya, Senin (13/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional. Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy juga menyampaikan bahwa capaian yang diraihnya tidak terlepas dari peran guru sejak pendidikan dasar hingga tinggi yang telah memberikan fondasi pembelajaran yang kuat.
Menteri Rachmat Pambudy merujuk pada sejarah UNESA yang berawal dari IKIP sebagai sebuah institusi guru, sekaligus menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidik merupakan kunci dalam pembangunan SDM. Dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini, guru dipandang sebagai faktor penentu keberhasilan, sehingga diperlukan upaya bersama untuk memperkuat pendidikan guru secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, UNESA dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul di bidang pendidikan. “UNESA merupakan kompas lahirnya SDM unggul, yang berperan dalam mencetak guru-guru berkualitas sekaligus menggerakkan inovasi untuk negeri,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Sejalan dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029, pendidikan tinggi diarahkan untuk meningkatkan akses dan kualitas yang merata, memperkuat penguasaan sains dan teknologi, serta meningkatkan daya saing lulusan. Ke depan, UNESA diharapkan tidak hanya berperan sebagai knowledge producer, tetapi juga sebagai knowledge bridge antara kebijakan dan praktik pendidikan, serta knowledge implementer melalui pengabdian berbasis bukti.
Sebagai penutup, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan bahwa UNESA diharapkan dapat menjadi pusat rujukan nasional dalam kebijakan dan praktik pendidikan melalui pengembangan model inovasi yang teruji, adaptif, dan dapat direplikasi secara luas, guna mendukung pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.