Bappenas Tegaskan Peran Strategis Polri untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Berita Pembangunan - Kamis, 19 Juni 2025
JAKARTA–Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi utama mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Polri 2025 di Jakarta, Kamis (19/6). “Tidak ada satu negara pun di dunia yang mampu tumbuh dan berkembang secara sehat tanpa didukung aparat kepolisian yang kuat, profesional, dan dipercaya publik. Polri memegang peran strategis memastikan ruang aman bagi warga untuk berkarya, berusaha, dan berkontribusi terhadap pembangunan,” ungkap Menteri Rachmat.
Dalam forum tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyoroti bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada dekade 1970-an yang mencapai dua digit mampu menurunkan kemiskinan dari 70 persen menjadi 30 persen. Ia menekankan, sejarah mencatat korelasi yang kuat antara stabilitas keamanan dan keberhasilan pembangunan. Namun, kondisi dunia saat ini yang penuh ketidakpastian menuntut kerja kolektif yang lebih solid, terintegrasi, dan antisipatif.
Stabilitas keamanan nasional, menurut Menteri Rachmat Pambudy, merupakan prasyarat utama mewujudkan agenda besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Dalam konteks ini, Polri tidak hanya berperan untuk menjaga ketertiban, tetapi juga melindungi ruang tumbuhnya ekonomi digital, transformasi hijau, dan ketahanan sosial.
Menteri Rachmat Pambudy juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor mendukung target pembangunan. “Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa kolaborasi erat antara Polri, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan kerja seluruh bangsa,” tutup Menteri Rachmat Pambudy.