Bappenas Tegaskan Komitmen Dukung Hilirisasi Pertanian dan Pembangunan Ekonomi Sulawesi Selatan

Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memperkuat pembangunan wilayah Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan hilirisasi sektor pertanian dan infrastruktur sosial sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Selasa (15/7). “Sektor pertanian Sulawesi Selatan punya posisi strategis, tapi tidak cukup hanya di tingkat produksi. Kita harus masuk ke proses hilirisasi, mulai dari pengolahan pascapanen, sertifikasi mutu, hingga akses pasar ekspor,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.

Sulawesi Selatan dikenal sebagai sentra produksi beras, jagung, rumput laut, kopi, dan kakao. Namun, masih banyak komoditas unggulan tersebut dijual dalam bentuk mentah. Kementerian PPN/Bappenas mendorong pelaku usaha lokal diberdayakan untuk membangun industri pengolahan, seperti pabrik tepung jagung, ekstraksi rumput laut, hingga pengemasan kopi premium siap saji untuk pasar global. Menteri Rachmat Pambudy juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk logistik, energi, dan alat produksi. Pemerintah pusat siap memfasilitasi penguatan rantai pasok melalui skema pembiayaan publik dan kemitraan swasta.

Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai motor ekonomi Kawasan Timur Indonesia, sekaligus mendukung Visi Indonesia Emas 2045. Menteri Rachmat Pambudy menekankan keberhasilan pembangunan sangat ditentukan sinergi pusat dan daerah. “Pertumbuhan ekonomi nasional itu adalah agregat dari pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud kalau pusat dan daerah bekerja bersama,” pungkas Menteri RachmatPambudy.