Bappenas Susun Desain Besar Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Optimalkan Nilai Tambah Domestik

Kementerian PPN/Bappenas menyusun Desain Besar Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi domestik, sekaligus menekan aliran nilai ekonomi ke luar negeri dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji dan umrah saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, dari pendekatan sektoral menjadi ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan lintas sektor.

“Paradigma penyelenggaraan haji dan umrah kini telah bergeser dari sektoral-ritualistik menuju ekosistem ekonomi terintegrasi, di mana aktivitas spiritual diposisikan sebagai penggerak utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujar Deputi Pungkas dalam Kick-off Meeting Penyusunan Desain Besar Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Jakarta, Kamis (16/4).

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pilgrimage economy, di mana perjalanan ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi berskala besar lintas sektor dan lintas negara. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah jemaah, khususnya umrah yang tumbuh hampir 70 persen dalam tiga tahun terakhir dan mencapai sekitar 1,7 juta jemaah pada 2025.

Dalam konteks ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar jemaah, tetapi juga menjadi aktor yang harus mampu mengambil peran dalam rantai nilai global haji dan umrah. Deputi Pungkas juga menekankan bahwa besarnya potensi ekonomi tersebut perlu dikelola secara optimal agar tidak menimbulkan inefisiensi.

Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki skala ekonomi haji dan umrah yang sangat besar. Tercatat, sekitar 221 ribu jemaah haji dan 1,6–2 juta jemaah umrah per tahun, dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp40 triliun. Namun, sekitar 80 persen nilai tersebut masih mengalir ke luar negeri.

“Persoalan kita bukan pada ketiadaan potensi, tetapi pada belum terbangunnya ekosistem yang terintegrasi. Berbagai sektor pendukung masih berjalan secara terfragmentasi sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dapat dinikmati di dalam negeri,” ujar Direktur Didik.

Kementerian PPN/Bappenas merumuskan desain besar yang holistik dan end-to-end, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari layanan di dalam negeri hingga integrasi dengan ekosistem global. Pengembangan ini didukung oleh penguatan pilar regulasi dan kelembagaan, industri dalam negeri, kemitraan internasional, sistem keuangan, serta integrasi data dan digitalisasi.

Kick-off ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi; Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Investasi Surat Berharga, Investasi Emas, Analisis Portofolio, dan Penempatan, Indra Gunawan; Direktur Penjualan dan Distribusi PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Anton Sukarna; serta Director Finance PT Danantara Investment Management, M Suryo Mulyono.