Bappenas Siapkan Master Plan Produktivitas Nasional sebagai Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Pembangunan - Kamis, 28 Agustus 2025
Kementerian PPN/Bappenas terus berkomitmen mendorong transformasi ekonomi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan mampu bersaing di panggung global, melalui penyusunan Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN). “Master Plan ini diharapkan menjadi instrumen bersama untuk menjadikan produktivitas sebagai motor penggerak utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” urai Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana dalam acara Diseminasi Draf Laporan Akhir Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN) di Jakarta, Kamis (28/8).
Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan hasil penyusunan MPPN sekaligus menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan sebelum dokumen tersebut diresmikan. Melalui kolaborasi dengan Asian Productivity Organization (APO), MPPN menghadirkan kerangka awal yang akan menjadi panduan bagi Indonesia dalam mengarahkan pembangunan menuju era productivity-led growth.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menambahkan, peningkatan produktivitas tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. “Pertumbuhan berbasis produktivitas akan berdampak pada pengurangan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi Indonesia,” jelas Sahli Pungkas.
Sementara itu, Head of the In-Country Programs Division APO Arsyoni Buana menyoroti pentingnya Total Factor Productivity (TFP) dalam mempercepat pembangunan. Sebagai penentu utama produktivitas suatu negara, TFP yang kuat harus didukung oleh inovasi, teknologi, dan pendidikan. Dukungan modal dan tenaga kerja yang dimiliki setiap negara, diharapkan mampu mengoptimalkan tercapainya target pertumbuhan jangka panjang dan berkelanjutan.