Bappenas Perkuat Layanan Air Bersih Desa melalui Kolaborasi Multipihak dan Participatory Data Platform
Berita Pembangunan - Senin, 18 Mei 2026
Kementerian PPN/Bappenas, melalui Sekretariat Nasional Open Government Indonesia, bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Solar Chapter, dan Wahana Visi Indonesia berkomitmen meningkatkan pelayanan akses air bersih desa, terutama pada daerah-daerah tertinggal di NTT. Upaya tersebut didukung oleh platform data partisipatif, Mengalir.co, serta mendorong pemanfaatan dan penguatan data berbasis lapangan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program air bersih di daerah.
Direktur Hubungan Luar Negeri Kementerian PPN/Bappenas Maharani Putri Samsu Wibowo, selaku Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Strategis Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Keterbukaan Pemerintah (Open Government Indonesia) menegaskan pentingnya Forum Diskusi Dari Data ke Aksi: Memperkuat Layanan Air Bersih Desa Melalui Kolaborasi Multipihak di Menara Bappenas, Jakarta, Senin (18/05). Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Open Government Week, yang berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026.
Mengalir.co mengintegrasikan data dan informasi dari laporan partisipatif warga NTT, pemerintah daerah, dan pihak lainnya mengenai kondisi air bersih di wilayah NTT. “Laporan partisipatif warga, data pemerintah daerah, dan hingga survei lapangan semua terintegrasi di satu platform yang bisa diakses oleh siapapun, baik dari pemerintah, NGO, ataupun masyarakat itu sendiri,” ujar Eksekutif Direktur Solar Chapter Mustika Wijaya dalam paparannya.
Berdasarkan data lapangan dari Mengalir.co per Mei 2026, 359 dari 764 desa (46,98%) memiliki cakupan layanan di bawah 25%. Lebih lanjut, 243 desa (31,58%) belum memiliki layanan air yang memadai, dengan 172 desa mengalami sistem tidak berfungsi dan 71 desa belum memiliki infrastruktur air. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan data berbasis lapangan yang saling melengkapi serta kolaborasi multipihak untuk meningkatkan kapasitas, tata kelola, dan efektivitas program air bersih agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.
Penggunaan data yang terintegrasi ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan lokal dengan solusi yang berkelanjutan, serta menjadi basis koordinasi untuk menyelaraskan program-program terkait penyediaan layanan air bersih. Saat ini, tercatat platform Mengalir.co telah menyediakan data yang tervalidasi di 764 desa.
Forum diskusi ini turut dihadiri oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Kemendes Nanang Somantri, Tim Akselerasi Program Pembangunan NTT Wildan, dan Senior Water and Sanitation Specialist World Bank Indonesia Irma Magdalena Soetiono.