Bappenas Perkuat Koordinasi Pembiayaan Luar Negeri Bersama Mitra Pembangunan, Dukung RPJMN 2025-2029

Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Development Partner Coordination Meeting untuk memperkuat penyelarasan prioritas pembangunan nasional melalui dukungan mitra pembangunan internasional, agar implementasi pembiayaan luar negeri efektif dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi operasional dengan mitra pembangunan. “Nilai dari pembiayaan luar negeri tidak hanya dari pendanaan, tetapi juga dari gagasan, teknologi, inovasi, dan peluang untuk membangun kelembagaan yang lebih kuat,” kata Wamen Febrian di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (24/11).

Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka menguraikan arah kebijakan pembiayaan luar negeri serta Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (JRPLN-JM)/Blue Book 2025–2029, dan menekankan bahwa perencanaan dilakukan melalui tahapan Blue BookGreen Book, dan Daftar Kegiatan untuk memperkuat seluruh tahapan dan proses persetujuan implementasinya lebih cepat. “Kita perlu memastikan bahwa pipeline proyek semakin kuat, tidak terjadi duplikasi, dan proses persetujuan serta implementasinya dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” tegas Deputi Putut.

Blue Book 2025–2029 yang diterbitkan pada 17 Oktober 2025 menjadi rujukan utama pipeline proyek pembiayaan luar negeri, memuat usulan proyek kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan dukungan eksternal selaras dengan prioritas nasional, strategi sektoral, dan percepatan pembangunan wilayah. Pertemuan yang turut dihadiri lebih dari 30 perwakilan kedutaan, lembaga keuangan internasional, serta lembaga pembangunan bilateral dan multilateral, bersama pejabat Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas ini, juga membahas transisi dari Blue Book menuju Green Book serta penguatan penyiapan proyek.

Kementerian PPN/Bappenas mengundang seluruh mitra pembangunan memanfaatkan forum ini sebagai wadah koordinasi strategis dan meningkatkan kualitas pipeline, efektivitas pembiayaan luar negeri, dan akuntabilitas kerja sama yang mendukung pencapaian RPJMN 2025–2029. “Kami juga ingin mendorong keterlibatan yang berkelanjutan lewat diskusi rutin, umpan balik yang jujur, dan pelaporan yang konsisten agar bisa menjaga keselarasan dan merespons tantangan baru dengan cepat. Dialog bersama yang terstruktur akan membantu koordinasi, akuntabilitas, dan kualitas keseluruhan kerja sama kita,” pungkas Wamen Febrian.