Bappenas Perkuat Kebijakan Ekspor Daerah Berbasis Data melalui Dasbor Potensi Ekspor Indonesia
Berita Utama - Senin, 25 Mei 2026
Kementerian PPN/Bappenas menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi perdagangan nasional dengan meningkatkan potensi ekspor Indonesia. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, meningkatnya fragmentasi perdagangan, hingga penerapan berbagai standar lingkungan dan kebijakan industri baru di berbagai negara, penguatan ekspor potensial dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga daya saing nasional dan memperluas akses pasar Indonesia.
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan bahwa dinamika global saat ini ditandai oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik, fragmentasi ekonomi, menguatnya proteksionisme, dan percepatan disrupsi teknologi dan transformasi menuju ekonomi hijau serta ekonomi digital.
“Dari 5.000 produk ekspor Indonesia, baru sekitar 20 persen yang benar-benar kompetitif di pasar global. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah kita masih besar. Karena itu, Indonesia perlu terus bergerak menuju penguatan industri manufaktur, hilirisasi yang lebih dalam, dan pengembangan ekspor produk medium dan high-tech,” tegas Wamen Febrian dalam Peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (25/5).
Dasbor Potensi Ekspor Indonesia yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat perencanaan dan pengambilan kebijakan ekspor berbasis data. Dasbor ini dirancang untuk menyediakan informasi mengenai potensi ekspor Indonesia, komoditas unggulan, peluang pasar, serta berbagai indikator pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan mitra pembangunan.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menjelaskan bahwa dasbor tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi perdagangan, mendukung transformasi kebijakan ekspor menuju produk yang lebih kompleks, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing global, serta menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis yang lebih tepat dan berbasis data. “Dasbor Potensi Ekspor ini bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai potensi ekspor Indonesia, mengidentifikasi produk-produk unggulan dan pasar ekspor potensialnya, serta memetakan kinerja ekspor yang dihitung berdasarkan berbagai indikator dan analisis, seperti Revealed Comparative Advantage (RCA), economic complexity, serta analisis kecocokan (matching) dengan permintaan dari negara-negara mitra,” urai Deputi Vivi.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri yang turut hadir, menyampaikan strategi peningkatan ekspor nasional dan penguatan akses pasar berbasis potensi daerah. Kegiatan dilanjutkan diskusi panel bertema “Dari Potensi ke Pasar: Strategi Konkret Mendorong Ekspor Daerah” yang dimoderatori oleh Direktur Industri, Perdagangan, dan Peningkatan Investasi Kementerian PPN/Bappenas Roby Fadillah. Narasumber yang hadir, antara lain Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (P2IE) Kementerian Perdagangan Bayu Nugroho, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Juan Permata Adoe, Ekonom Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) Natanael Waraney Gerald Massie, serta Founder sekaligus CEO CV Agradaya, Andhika Mahardika.
Melalui peluncuran Dasbor Potensi Ekspor Indonesia, pemerintah berharap tercipta ekosistem pengembangan ekspor Indonesia yang lebih terintegrasi dan kolaboratif, sehingga dapat mendorong peningkatan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan