Bappenas–Pelindo Bahas Pengembangan Dumai Transshipment Hub, Guna Mendukung Sistem Logistik dan Konektivitas Nasional

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima audiensi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Achmad Muchtasyar untuk membahas rencana pengembangan Dumai Transshipment Hub sebagai salah satu upaya memperkuat sistem logistik nasional dan posisi Indonesia dalam jalur pelayaran global di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (27/4).

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan, “Indonesia merupakan negara dengan banyak selat. Dalam konteks tersebut, pelabuhan menjadi bagian utama untuk menjaga kedaulatan sekaligus menghubungkan antarwilayah.”

Selat Malaka sebagai jalur maritim global yang sangat padat menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengembangkan pelabuhan transshipment. Namun, saat ini Indonesia masih berperan sebagai gateway port dan belum masuk dalam jaringan hub global yang didominasi pelabuhan negara tetangga.

Pelindo menyampaikan rencana pengembangan Dumai Transshipment Hub secara bertahap dengan target operasional awal pada 2030. Dumai dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai hub, didukung oleh ketersediaan lahan dan posisi geografis.

Terkait usulan Dumai Transshipment Hub sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa Kementerian PPN/Bappenas akan mengkaji kesesuaiannya dengan kerangka RPJMN 2025–2029, termasuk pemenuhan kriteria PSN sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 4 Tahun 2025.

Selain itu, diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menyepakati diferensiasi fungsi antar pelabuhan kandidat seperti Dumai, Batam, dan Kuala Tanjung, sehingga dapat menghindari potensi duplikasi peran dan over-investment.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan rencana pengembangan platform Maritime Connectivity Hub (Adhara) untuk mendukung penguatan tata kelola Satu Data Indonesia, serta pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

Menutup arahannya, Menteri Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembangunan ekosistem logistik nasional yang terintegrasi. “Jadi, konektivitas kita itu pelabuhan. Ketika ide national logistic ecosystem disampaikan, hal tersebut memang perlu diwujudkan. Tantangannya adalah bagaimana membangun national logistic ecosystem sedemikian rupa, sehingga logistik tidak hanya berfokus pada angkutan atau pelabuhan, maupun sekadar menurunkan biaya transportasi, tetapi juga mampu menjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, national logistic ecosystem perlu dibangun, dan itulah sebabnya kita perlu berdiskusi lebih lanjut,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.