Bappenas Dorong Perencanaan Terukur dan Terpadu di Musrenbangprov Jabar

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jawa Barat yang digelar di Bandung, Rabu (15/4).

“Di tengah dunia yang saat ini berubah begitu cepat, kita masih diberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, duduk bersama, dan memikirkan arah ke depan. Dalam ketidakpastian seperti sekarang ini, forum seperti Musrenbang menjadi semakin penting, karena rantai pasok global yang dulu kita anggap stabil, hari ini menjadi rapuh. Tensi perdagangan meningkat, kompetisi antarnegara semakin tajam, bahkan cenderung menuju konflik. Teknologi, terutama kecerdasan artifisial, tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi telah menjadi alat penentu,” jelas Wamen Febrian.

Selain tantangan global, Wamen Febrian juga menyoroti tantangan domestik, termasuk produktivitas yang perlu ditingkatkan, struktur ekonomi yang perlu diperkuat, serta adopsi teknologi yang belum merata. “Dalam situasi seperti ini, kita tidak punya ruang untuk berjalan biasa-biasa saja. Kita membutuhkan lompatan. Namun, lompatan hanya bisa terjadi jika kita memiliki arah yang jelas dan langkah yang selaras,” tegas Wamen Febrian.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan tumbuh pada kisaran 6,3 ke 7,5 persen, sebagai bagian dari langkah menuju target 8 persen. Jawa Barat berperan strategis sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dengan kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap nasional.

Menutup sambutannya, Wakil Menteri Febrian menegaskan pentingnya kesiapan dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. “Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, yang membedakan bukan siapa yang paling besar, tetapi siapa yang paling siap. Kesiapan itu lahir dari perencanaan yang kuat, data yang terpercaya, dan kerja sama yang solid,” pungkas Wamen Febrian