Bappenas Dorong Peran Generasi Muda untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi Hijau
Berita Pembangunan - Rabu, 20 Mei 2026
Kementerian PPN/Bappenas bersama IPB University, GIZ Indonesia, dan Emil Salim Institute berkolaborasi memperkuat literasi kebijakan sekaligus memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam mendukung percepatan transformasi ekonomi hijau nasional. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menempatkan transformasi ekonomi hijau sebagai salah satu agenda prioritas, sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan nasional.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan hidup serta keadilan sosial sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Indonesia. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi menekankan bahwa urgensi peralihan ke ekonomi hijau didorong oleh ancaman nyata krisis planet ganda (triple planetary crisis) yang tengah dihadapi dunia dan Indonesia.
"Transformasi pembangunan menuju ekonomi hijau bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dampak perubahan iklim semakin nyata melalui peningkatan suhu, kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga potensi kerugian ekonomi yang diproyeksikan mencapai lebih dari Rp 2.000 triliun pada tahun 2029," jelas Direktur Nizhar dalam kegiatan Green Economy Goes to Campus: Peran Generasi Muda dalam Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau menuju Indonesia Emas 2045 di Bogor, Rabu (20/5).
Kegiatan Green Economy Goes to Campus ini dirancang sebagai platform strategis untuk mendiseminasikan arah kebijakan nasional, memfasilitasi dialog kebijakan, serta memperkuat kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas pemuda, dan mitra pembangunan.
Dalam refleksi, Prof. Emil Salim menekankan bahwa pembangunan ekonomi hijau harus dibangun di atas pemahaman terhadap ekosistem sebagai satu kesatuan yang hidup dan saling terhubung.
“Alam bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek kehidupan. Karena itu, pembangunan harus memahami ekosistem sebagai sesuatu yang hidup dan saling bergantung,” ujar Prof. Emil Salim.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus mampu melihat keterkaitan antara manusia, sumber daya alam, dan keberlanjutan lingkungan dalam mendukung pembangunan Indonesia di masa depan.
Perguruan tinggi berperan strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pembentukan kepemimpinan masa depan. “Perguruan Tinggi adalah pusat lahirnya paradigma-paradigma baru pembangunan. Civitas di IPB University sudah sangat familiar dengan prinsip-prinsip paradigma pembangunan berkelanjutan, paradigma bioeconomy, serta paradigma pembangunan green economy atau Ekonomi Hijau. Civitas IPB, khususnya para mahasiswa di IPB melalui acara ini berkesempatan mendengar secara langsung agenda pembangunan Pemerintah yang telah disusun oleh Bappenas yang menempatkan ekonomi hijau sebagai motor penggerak utama menuju tercapainya Indonesia Emas,” terang Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor, Ernan Rustiadi
Generasi muda dinilai berpotensi besar dalam mendorong implementasi ekonomi hijau melalui inovasi teknologi, kewirausahaan hijau, advokasi kebijakan, serta penguatan gerakan berbasis komunitas dengan mengusung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Saya mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menjadi bagian dari perubahan. Jadilah generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkas Direktur Nizhar.