Bappenas Diskusikan Potensi Pengembangan PLTN untuk Swasembada Energi, Pangan dan Air
Berita Utama - Selasa, 04 Februari 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard dan Perencana Ahli Utama (PAU) Kementerian PPN/Bappenas membahas potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian agenda pembangunan nasional. Fokus utama pengembangan PLTN untuk mendukung swasembada energi, pangan, dan air di Indonesia, tanpa tujuan ekspansi dan tindakan ofensif terhadap negara lain. “Pengembangan nuklir ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan energi secara optimal, tidak untuk menyerang negara lain, tetapi untuk mendukung ketahanan energi, pangan, dan air kita,” papar Menteri Rachmat Pambudy, Selasa (4/2).
Indonesia telah berkomitmen pada inisiatif Net Zero Emisson dan sektor tenaga listrik diharapkan mengalami penurunan emisi mulai 2035 hingga 2060. PLTN memiliki beberapa keunggulan strategis, yaitu mampu beroperasi 24 jam tanpa gangguan, efisiensi lahan yang tinggi, serta kompatibilitas dengan lokasi dekat pantai. PLTN dengan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dinilai lebih fleksibel, aman, dan hemat biaya. PAU Kementerian PPN/Bappenas menegaskan PLTN dengan SMR merupakan solusi strategis untuk kebutuhan energi nasional di masa depan. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen, persiapan pembangunan PLTN harus dimulai sekarang agar bisa beroperasi pada 2030–2035.
Menteri Rachmat Pambudy meminta PAU Kementerian PPN/Bappenas untuk melengkapi dokumen perencanaan pendukung dan menyusun rencana strategis yang lebih komprehensif terkait pengembangan PLTN. “Kita membutuhkan langkah konkret untuk memastikan pengembangan nuklir ini tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Fokus kita adalah swasembada energi, bukan ekspansi ofensif,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy.
Pengembangan PLTN di Indonesia diharapkan menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam inisiatif energi global. “Indonesia telah menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan energi nuklir melalui kerja sama dengan IAEA dan upaya yang dilakukan BATAN. Langkah-langkah strategis telah diambil untuk mempersiapkan data teknis dan ekonomi yang mendalam, guna memastikan pengelolaan energi nuklir dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” pungkas Wakil Menteri Febrian Ruddyard