Bappenas dan UNDP Gelar Lokakarya Koherensi Kebijakan dan Kelembagaan WEF Nexus
Berita Pembangunan - Kamis, 26 Juni 2025
Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) menyelenggarakan lokakarya nasional untuk mempertajam koherensi kebijakan dan kelembagaan tentang Keterkaitan Air-Energi-Pangan (WEF Nexus) di Indonesia, Rabu (25/6). Didukung UK Foreign, Commonwealth and Development Office (UK FCDO), lokakarya ini untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah, memperkuat kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, dan memetakan pelaku utama dalam inisiatif terkait air, energi, dan pangan.
Dengan semakin kompleksnya pengelolaan air, energi, dan ketahanan pangan, lokakarya ini berupaya mengidentifikasi kepentingan tumpang tindih, menganalisis dinamika kelembagaan, dan menyiapkan platform implementasi WEF Nexus nasional terintegrasi. “Penguatan sinergi kelembagaan di seluruh sektor air, energi, dan pangan merupakan kunci untuk memastikan ketahanan jangka panjang. Lokakarya ini merupakan langkah penting menuju tata kelola terintegrasi yang responsif terhadap konteks lokal Indonesia yang beragam,” ujar Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin.
Sesi lokakarya membahas koherensi kebijakan, serta kolaborasi antarlembaga dan pemangku kepentingan dalam sistem air, energi, dan pangan berdasarkan faktor spesifik di tingkat kabupaten/kota, seperti lumbung pangan, teknologi hijau, panas bumi, dan biofuel. UNDP mengapresiasi partisipasi aktif peserta selama lokakarya serta menegaskan kembali dukungan berkelanjutan kepada Indonesia dalam membentuk Peta Jalan WEF Nexus yang komprehensif dan inklusif. “Membangun koherensi di seluruh sistem air, energi, dan pangan bukan sekadar tujuan kebijakan, tetapi merupakan kebutuhan untuk ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memberikan solusi yang merespons prioritas nasional dan realitas lokal,” pungkas Senior Advisor UNDP Indonesia Juliaty Ansye Sopacua.