Bappenas dan FAO Perkuat Kolaborasi Transformasi Sistem Pangan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bertemu FAO Representative in Indonesia and Timor Leste Rajendra Aryal sebagai tindak lanjut hasil UN Food Systems Summit Stocktaking Moment (UNFSS+4) di Addis Ababa, Juli 2025. Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan FAO yang telah terjalin sejak 1978.

Pemerintah Indonesia dan FAO berkomitmen mendukung transformasi sistem pangan, peningkatan gizi, serta pembangunan pertanian berkelanjutan. “Kita masih menghadapi sejumlah tantangan dalam sistem pangan. Oleh karena itu, kerja sama dengan FAO menjadi sangat penting agar kita bisa berkolaborasi, saling belajar, dan menemukan solusi bersama yang berkelanjutan,” urai Menteri Rachmat Pambudy, Rabu (20/8).

Di Agenda UNFSS+4, Indonesia menegaskan sejumlah prioritas, antara lain pemenuhan hak atas pangan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kemandirian pangan berbasis diversifikasi lokal, pertanian cerdas iklim, dan penguatan kolaborasi multipihak.

FAO mendukung langkah Indonesia melalui berbagai inisiatif, termasuk usulan penyelenggaraan FAO Asia-Pacific Regional Conference (APRC) 2026 di Indonesia, peningkatan kerja sama South-South and Triangular Cooperation (SSTC), serta partisipasi aktif Indonesia pada World Food Forum 2025 di Roma.

Tercatat, FAO telah mendukung lebih dari 50 proyek di Indonesia dengan total nilai sekitar USD 55 juta, mencakup transformasi sistem pangan, konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, hingga ekonomi biru. Dengan berakhirnya sebagian besar proyek pada 2025, Kementerian PPN/Bappenas dan FAO akan merumuskan kerangka kerja sama baru yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals, serta United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026–2030.