Bappenas dan CIRAD Sepakati Kerja Sama Strategis untuk Ketahanan Pangan dan Transformasi Pertanian

JAKARTA – Sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis di sektor pertanian dan ketahanan pangan, Kementerian PPN/Bappenas bersama Centre de Coopération Internationale en Recherche Agronomique pour le Développement (CIRAD) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), Senin (23/6). Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan kerja sama ini bentuk tindak lanjut kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia dan wujud komitmen kedua negara mendorong transformasi sistem pangan berkelanjutan.

“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia dan mencerminkan komitmen Presiden RI memperkuat ketahanan pangan. Ini bagian strategi pembangunan jangka panjang yang berbasis ilmu pengetahuan dan integrasi lintas sektor,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.

Sektor pertanian memegang peran strategis dalam transformasi ekonomi hijau, sebagaimana tercantum dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Kerja sama ini mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sistem pangan berkelanjutan. Sebagai langkah awal, disusun proyek di bidang kakao yang bekerja sama dengan INSTIPER, ICCRI, dan PNM, sementara di bidang kelapa bekerja sama denganRoemah Kelapa yang mendukung peta jalan hilirisasi kelapa nasional yang telah dirumuskan Kementerian PPN/Bappenas.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Fabien Penone, menyampaikan, “MoU ini selaras dengan prioritas reformasi pertanian Indonesia, untuk mewujudkan pertanian yang modern, inklusif, dan memberdayakan.” CEO CIRAD Elisabeth menambahkan, “Kami merasa terhormat terlibat dalam perencanaan pembangunan pertanian Indonesia sebagai kemitraan strategis pertama kami di Asia untuk bersama mewujudkan pertanian berkelanjutan.”

Melalui kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, dan berdampak nyata,  Kementerian PPN/Bappenas berharap dapat membangun sistem pertanian dan pangan yang tangguh, berdaulat, dan inklusif. “Kita bekerja bersama bukan hanya hari ini, tetapi untuk masa depan yang lebih adil, mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui sektor agrikultur berkelanjutan, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah semangat Visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.