Bappenas dan BRI Bersinergi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Berita Pembangunan - Senin, 03 Februari 2025
Pemerintah terus mengakselerasi ketahanan pangan nasional dengan menggandeng berbagai sektor strategis. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bertemu dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso, guna memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda Swasembada Pangan 2025-2029. Dalam pertemuan ini, Menteri Rachmat Pambudy menekankan swasembada pangan adalah program unggulan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri dan mengurangi impor. Dukungan sektor keuangan, termasuk BRI, sangat krusial dalam mendorong produktivitas serta efisiensi sektor pertanian dan pangan. “BRI memiliki peran strategis dalam menyediakan akses permodalan bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha pertanian. Dengan dukungan ini, kita bisa meningkatkan produksi, memperkuat rantai distribusi, dan mendorong hilirisasi produk pangan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy, Senin (3/1).
Pemerintah telah menetapkan beberapa langkah prioritas untuk mencapai swasembada pangan. Salah satunya adalah penguatan sentra produksi dan lumbung pangan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup dan stabil. Target produksi padi pada 2024 ditetapkan sebesar 70 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan tambahan produksi 20 juta ton GKG hingga 2029. Riset dan inovasi dalam pemuliaan tanaman juga terus diperkuat guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Dari sisi infrastruktur dan teknologi, pemerintah terus mendorong penggunaan alat dan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi. Saat ini, baru 46,84 persen petani yang memanfaatkan teknologi dalam proses budidaya. Selain itu, pembangunan dan pemanfaatan 65 bendungan yang telah selesai dilakukan akan dioptimalkan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. Efisiensi dalam tata kelola pangan juga menjadi perhatian utama, termasuk dalam penyaluran subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas. Pemerintah juga menargetkan pengurangan susut dan sisa pangan 3-5 persen per tahun guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan menekan kerugian yang terjadi dalam distribusi pangan.
Menteri Rachmat Pambudy juga menyoroti pentingnya peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha pangan. Dengan jaringan luas BRI hingga ke pelosok negeri, diharapkan semakin banyak petani yang mendapatkan dukungan finansial untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka. Pemerintah optimistis dengan sinergi antar pemangku kepentingan, target swasembada pangan dapat tercapai, sekaligus mewujudkan sektor pertanian yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Indonesia menuju ketahanan pangan yang lebih kuat. “Kolaborasi dengan BRI penting untuk menciptakan ekosistem perberasan yang kuat, dari hulu hingga hilir. Dengan kerja sama ini, kita bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.