Bappenas dan APO Perkuat Kerja Sama Penyusunan Rencana Induk Produktivitas Nasional
Berita Utama - Senin, 17 Februari 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas sebagai kunci transformasi ekonomi Indonesia dalam pertemuan dengan Prof. Lee Jae Hoon dan perwakilan Asian Productivity Organization (APO). Menteri Rachmat Pambudy menyoroti tantangan yang Indonesia hadapi untuk keluar dari middle-income trap atau jebakan pendapatan kelas menengah. “Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di kisaran 5 persen, sehingga menghambat upaya kita mencapai status negara berpenghasilan tinggi. Untuk itu, transformasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak agar kita dapat keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah dan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” papar Menteri Rachmat Pambudy, Senin (17/2).
Sebagai langkah konkret, Kementerian PPN/Bappenas dan APO menandatangani Letter of Intent (LoI) pada Februari 2024, yang menjadi pijakan awal penyusunan Rencana Induk Produktivitas Nasional. Dengan rencana induk ini, Indonesia akan memiliki peta jalan yang dapat meningkatkan produktivitas Indonesia, menciptakan ekosistem ekonomi lebih inovatif dan kompetitif, serta membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Per periode Januari-Februari 2025 telah dilakukan kunjungan penelitian untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan guna memastikan perencanaan berbasis kebutuhan nyata.
Menteri Rachmat Pambudy menegaskan Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen mendukung seluruh proses penyusunan Rencana Induk Produktivitas Nasional, serta memastikan implementasinya melalui regulasi turunan yang akan diterapkan kementerian/lembaga terkait. Selain itu, rencana ini juga perlu diadaptasi pada tingkat daerah agar strategi peningkatan produktivitas dapat disesuaikan dengan kearifan lokal. “Dokumen ini tidak hanya akan menjadi acuan nasional, tetapi juga harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Dengan demikian, strategi yang dirumuskan dapat terintegrasi dengan kebijakan pembangunan nasional secara menyeluruh,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.