Bappenas-BGN Gelar Konferensi Pembangunan Berkelanjutan, Pastikan Program MBG Selaras dengan Tercapainya Target SDGs
Berita Pembangunan - Kamis, 02 Oktober 2025
Menjelang pelaksanaan Sustainable Annual Conference (SAC) ke-8, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis dengan menyediakan wadah diskusi terkait tata kelola penyelenggaraan program pemberian MBG di berbagai negara dan melibatkan masyarakat untuk mendukung perumusan kebijakan dan keberlanjutan program MBG, sekaligus mendukung implementasi dan capaian SDGs di Indonesia. “Makan Bergizi Gratis itu dilakukan secara universal, baik di pusat atau daerah yang kaya, daerah miskin, seluruh penduduk. Maka ini diperkirakan akan mendukung apa yang kita sebut dengan growth with equity, yaitu pertumbuhan ekonomi ini akan mendorong mereka yang tertinggal untuk naik lebih cepat. Itu menjadi prinsip no one left behind,” urai Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas selaku Kepala Sekretariat Nasional SDGs Pungkas Bahjuri Ali dalam Seminar Konferensi Pembangunan Berkelanjutan Melalui Program Makan Bergizi Gratis 2025, “Pendidikan dan Gizi sebagai Fondasi SDM Unggul dan Tangguh: Peran Strategis Program MBG” di Jakarta, Kamis (2/10).
Seminar dilanjutkan dengan tema “Kontribusi Ekosistem Pangan dan MBG untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif”, menegaskan pangan bergizi sebagai infrastruktur strategis pembangunan manusia untuk menopang kualitas SDM dan produktivitas, sekaligus mengulas potensi penciptaan lapangan kerja di seluruh rantai nilai pangan hingga dampaknya pada pertumbuhan ekonomi inklusif daerah. “Tantangan pembangunan kita saat ini adalah lingkaran masalah antara kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Program MBG ini dirancang untuk mengatasi masalah dari akarnya, yaitu memperbaiki asupan gizi untuk menekan stunting dan menjadi investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan,” jelas Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Eka Chandra Buana.
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan menekankan perlunya pengawasan publik dalam pelaksanaan MBG. “Tentu tujuannya bukan untuk kita, tapi untuk anak-anak Indonesia 2045, merekalah calon-calon pemimpin di negara kita, bisa memimpin dengan tubuh yang sehat, IQ yang baik,” jelasnya. Program MBG diharapkan memiliki daya ungkit yang besar terhadap SDGs yang selaras dengan Tujuan SDGs, yakni Tujuan 1, menurunkan kemiskinan atau tanpa poverty; Tujuan 2, tanpa kelaparan, Tujuan 3, kehidupan sehat dan sejahtera; dan Tujuan 8, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari pemangku kepentingan yang solid dan kuat agar tujuan percepatan penurunan gizi bisa tercapai dengan lingkungan pendukungnya. “Semua ini diarahkan agar manfaat program dapat dilaksanakan langsung oleh seluruh penerima manfaat MBG. Kami menyadari bahwa masih ada ruang perbaikan untuk menyempatakan implementasi program ini ke depan dan kami percaya bahwa sinergi yang kuat, program MBG ini dapat terus disempurnakan untuk menjadi lebih efektif,” pungkas Deputi Chandra.