Bappenas bersama PT Pos Indonesia Tegaskan Pentingnya Transformasi Logistik untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya transformasi sektor logistik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam pertemuan dengan PT Pos Indonesia, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan logistik bukan sekadar layanan distribusi barang dan uang, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam pembangunan ekonomi. "Logistik memegang peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi, terutama dalam hal distribusi barang, uang, dan layanan lainnya. Oleh karena itu, saya berharap logistik dapat menjadi bagian dari kebijakan nasional yang strategis,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy, Senin (17/2).

Sebagai salah satu perusahaan logistik tertua di Indonesia, PT Pos Indonesia memiliki jaringan luas yang mencakup seluruh pelosok negeri. Namun, masih terdapat tantangan dalam penyediaan layanan, terutama di luar Pulau Jawa. Berdasarkan data 2023, PT Pos Indonesia dan mitranya baru mencakup 69,5 persen kecamatan di Indonesia, dengan 2.221 kecamatan masih belum terlayani. 

Dengan konektivitas digital yang semakin berkembang, PT Pos Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan layanannya agar lebih efisien dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Perkembangan teknologi dan konektivitas digital hari ini memungkinkan bisnis untuk melakukan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan transparan. Ini adalah langkah penting mendukung transformasi ekonomi. Selain peningkatan layanan, Menteri Rachmat Pambudy berharap transformasi logistik dapat dilakukan PT Pos Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan e-commerce yang terus berkembang. Industri pos dan logistik harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tanpa penyelenggara pos dan kurir yang kuat, e-commerce dan sektor industri tidak akan tumbuh maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Menteri Rachmat Pambudy menegaskan kolaborasi dan sinergi antara Kementerian PPN/Bappenas dan PT Pos Indonesia harus terus diperkuat untuk mencapai berbagai sasaran pembangunan nasional, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. "Kami berharap PT Pos Indonesia tidak hanya menjadi pelaku industri logistik, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan nasional, memastikan setiap inovasi dan ekspansi layanan mampu memberikan manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Menteri Rachmat Pambudy.