Bappenas bersama CPC Australia Sepakat Jajaki Peluang Kerja Sama Sektor Pertanian
Berita Kerjasama - Kamis, 06 Februari 2025
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengadakan pertemuan strategis dengan Consolidated Pastoral Company (CPC) Australia untuk membahas penguatan sektor peternakan Indonesia, Kamis (6/2). Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan Kementerian PPN/Bappenas berperan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan, mengoordinasikan alokasi anggaran, serta menjadi penggerak berbagai sektor pembangunan. “Sektor peternakan di Indonesia, saat ini didominasi peternak perorangan sebesar 99,95 persen, dengan mayoritas peternak gurem yang memiliki rata-rata 2-3 ekor ternak. Meski demikian, pendapatan terbesar sektor ini berasal dari perusahaan besar, yang hanya mencakup 0,01 persen dari total unit usaha. Nilai Tukar Petani pada peternakan menunjukkan indeks harga yang diterima peternak lebih rendah dibandingkan subsektor lain, mengindikasikan keuntungan peternak masih terbatas, dan perlu terus kita maksimalkan dengan berbagai kebijakan yang memperkuat sektor peternakan,” papar Menteri Rachmat Pambudy.
Komoditas peternakan seperti daging sapi dan susu saat ini berada dalam status defisit, sementara komoditas seperti telur dan daging ayam menunjukkan surplus. Rendahnya produktivitas, populasi ternak yang menurun, serta rantai pasok yang belum optimal menjadi tantangan utama dalam sektor pengembangan sektor peternakan. Menteri Rachmat menekankan Kementerian PPN/Bappenas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 telah menetapkan sejumlah program prioritas, termasuk Pengembangan Pangan Hewani dan Pengendalian Penyakit Asal Hewan. Selain itu, sektor peternakan juga akan mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Makan Bergizi Gratis untuk memperkuat penyediaan sumber protein dalam negeri.
Bappenas juga mengusulkan Program Strategis Nasional untuk Peningkatan Produksi Daging dan Susu Sapi untuk mencapai target pembangunan nasional. “Program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan hewani, tetapi juga berkontribusi pada Trisula Pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan,” ungkap Menteri Rachmat Pambudy.
CPC Australia diharapkan menjadi mitra strategis melalui riset dan inovasi, adopsi teknologi, serta investasi di sektor peternakan. Pemetaan potensi kerja sama dengan CPC menunjukkan peluang besar, termasuk pemanfaatan 1,75 juta hektar lahan potensial di Indonesia. “Kerja sama dengan CPC Australia adalah langkah penting untuk memperkuat produktivitas sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.