Bappenas–ADB Perkuat Kolaborasi, Dukung Percepatan Proyek Prioritas

Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB) memperkuat kemitraan strategis dalam perencanaan dan pembiayaan pembangunan, sekaligus mendorong peningkatan kesiapan proyek, penguatan kapasitas kelembagaan, dan percepatan implementasi di tingkat kementerian teknis.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan bahwa proyek-proyek pembangunan yang didukung mitra internasional harus berjalan secara efektif, tepat waktu, dan memberikan dampak jangka panjang. “Persoalan utamanya bukan pada kinerja ADB, melainkan pada kebutuhan kementerian teknis kita untuk memperkuat fondasi dan kapasitas pelaksanaan. Tentu, beban utamanya ada pada kita, dan kita harus memastikan bahwa proyek-proyek ini benar-benar dikembangkan dan dijalankan,” ujar Wamen Febrian di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (20/1).

Wamen Febrian juga menekankan pentingnya tata kelola proyek yang disiplin dan berorientasi pada hasil. Evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan efektivitas alokasi sumber daya. “Kami ingin ADB tidak hanya menjadi lembaga pembiayaan, tetapi juga mitra strategis dalam perencanaan pembangunan. Akan sangat baik jika ADB dapat bekerja bersama kami dalam merancang perencanaan di tengah ketidakpastian, bukan hanya membiayai dalam situasi yang sudah pasti,” ujar Wamen Febrian.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka memaparkan kondisi terkini portofolio kerja sama Indonesia dengan ADB dan menegaskan bahwa ADB merupakan salah satu mitra pembangunan terpenting bagi Indonesia.

“ADB tetap menjadi salah satu mitra pembangunan terpenting bagi Indonesia. Saat ini, kami memiliki 12 proyek aktif bersama ADB, di mana sebagian berjalan sesuai rencana, sementara sebagian lainnya mengalami keterlambatan atau menghadapi risiko. Kami percaya bahwa kolaborasi yang lebih erat sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut,” kata Deputi Putut.

Kementerian PPN/Bappenas telah meluncurkan Green Book 2025–2029, yang mencakup 113 proyek dengan kebutuhan pinjaman sekitar USD 28,4 miliar. Selanjutnya, Green Book 2026 akan diluncurkan pada April mendatang, dengan penekanan pada penguatan koordinasi sejak tahap awal.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden ADB Scott Morris menekankan bahwa ADB semakin menaruh perhatian pada kualitas implementasi, tidak hanya pada tahap persiapan, tetapi juga menyoroti transformasi pendekatan pembiayaan ADB yang kini semakin beragam. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama Kementerian PPN/Bappenas dan ADB untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas kesiapan proyek, serta memastikan bahwa setiap inisiatif pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.