Bappenas–ADB–Australia Perkuat Tata Kelola Proyek Strategis Infrastruktur Nasional melalui Peningkatan Kapasitas Manajemen Proyek Infrastruktur

Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB) dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Sustainable Infrastructure Assistance Program Phase II (SIAP2) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Proyek Infrastruktur di Jakarta, 14–17 April 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta para pembuat kebijakan dan perecana dari Kedeputian Bidang Infrastruktur dan Kedeputian Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Sadat Idris menegaskan bahwa penguatan keterampilan praktis ini akan membantu Kementerian PPN/Bappenas dalam menjalankan peran strategisnya sebagai perancang konsep, integrator, dan fasilitator proyek infrastruktur nasional.

 “Untuk menarik pembiayaan eksternal, baik dari sektor swasta maupun bank pembangunan multilateral (MDBs), kita membutuhkan strukturisasi proyek hulu yang sangat matang. Pelatihan ini bukan sekadar pemaparan teori, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesiapan proyek (project readiness) dan kepastian pelaksanaan melalui manajemen risiko dan integrasi pengamanan yang komprehensif. Kami mengapresiasi dukungan ADB dan Pemerintah Australia yang terus mendampingi Kementerian PPN/Bappenas dalam menghasilkan SDM perencana infrastruktur yang andal,” ujar Deputi Abdul, Selasa (14/4).

Konselor Bidang Infrastruktur, Iklim dan Pertumbuhan Hijau Kedutaan Besar Australia Jakarta Natalie Mendelsohn menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan praktis dalam manajemen proyek infrastruktur, serta berkontribusi pada pelaksanaan proyek infrastruktur yang lebih efisien, transparan, dan efektif.

Sementara itu, Penanggung Jawab Operasional kantor ADB di Indonesia Ninebeth S. Carandang menegaskan bahwa ADB berkomitmen terus mendukung Indonesia mencapai sasaran pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya melalui dukungan pembiayaan, tetapi juga melalui transfer pengetahuan (knowledge sharing) dan peningkatan kapasitas teknis.

Dalam sesi Klinik Proyek (Project Clinic) yang difasilitasi tim Project Management Office (PMO) Bappenas-ADB, peserta harus terlibat aktif dalam pembelajaran aplikatif dan kolaboratif untuk memperkuat perencanaan proyek sejak tahap awal. Lima sektor utama perencanaan hulu (upstream planning) untuk proyek-proyek strategis terpilih, yaitu sumber daya air (Karian Supply Conveyance System), ketenagalistrikan (PLTS 100 GW), transportasi (Proyek Perkeretaapian), perumahan (Proyek Rumah Susun Klender), dan persampahan (Proyek TPPAS Legok Nangka).

Sesi ini menghasilkan pemutakhiran penilaian kesiapan proyek dari aspek teknis, kelembagaan, dan keuangan, serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti guna mendukung penguatan kesiapan dan bankabilitas proyek. Inisiatif ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong inovasi dan tata kelola infrastruktur nasional yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat langkah Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang inklusif.